KOTA BAUBAU TERDAMPAK KELANGKAAN MINYAK GORENG

912
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, H Nasir

BAUBAU,TRIBUNBUTON.COM – Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu dari ratusan daerah di Indonesia yang mengalami kelangkaan stok minyak goreng (Bimoli).

Hari ini, Rabu 9 Maret 2022. Disemua pusat perbelanjaan baik skala kios, warung, toko hingga minimarket sulit menjumpai kebutuhan paling penting dalam rumah tangga tersebut.

Kelangkaan itu menyebabkan harga tidak bisa terkontrol. Beberapa bulan lalu saat minyak goreng mulai terjadi kelangkaan, harganya naik dari harga saat stok masih dijumpai di pusat perbelanjaan.

Standar harga minyak goreng bulan Januari 2022 mencapai Rp 16 ribu rupiah perliter. Pada bulan berikutnya, Maret 2022 melonjak hingga Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu rupiah per liternya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau, H La Ode Ali Hasan, melalui Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, H Nasir, menjelaskan kelangkaan minyak goreng saat ini disebabkan beberapa faktor. Produksi minyak kelapa sawit mentah menurun, program pemerintah mencampur solar dengan minyak goreng dengan perbandingan 20 persen minyak goreng dan 80 peresen solar.

Menurutnya, fenomena ini berdampak besar terhadap masyarakat yang mengakibatkan kelangkaan dan menyebabkan minyak goreng sulit didapatkan khususnya warga kota Baubau.

“Kalau produksi sedikit, tentu akan mengakibatkan harga naik” ucap Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, H Nasir, Rabu (9/3/2022).

Untuk mensiasati hal itu lanjut H Nasir, Disperindag Kota Baubau mencoba terjun lansung ke lapangan guna mengecek pasokan minyak goreng kesemua distributor. Akan tetapi pihak distributor mengaku bahwa mereka mongorder minyak goreng hanya mendapatkan 60 persen.

“Misalnya mereka memesan 3.000 dos, itu yang datang hanya 2.000 dos saja. Karena mereka juga dibatasi itulah sehingga ada kelangkaan” jelasnya.

Dia juga menambahkan pihak distributor telah mengatur edaran minyak goreng agar berkesinambungan dengan stok yang mereka miliki dan minyak goreng yang sementara diorder.

“Masyarakat juga punya cara untuk mendapatkan minyak itu, mereka datang berombongan satu keluarga. Masing-masing mau mengambil dua liter, kalau satu keluarga bisa dapat sampai delapan liter, itulah yang menyebabkan masyarakat banyak yang tidak kebagian” tambahnya

Disperindag Kota Baubau mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan stok minyak goreng.

“Biarpun mahal yang penting minyak goreng untuk masyarakat Kota Baubau akan selalu ada, tapi biarpun mahal kalau tidak ada mau cari dimana,” ucapnya.

Saat ini pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran dari kementrian perdagangan dan perindustrian Nomor 6 tahun 2022. Untuk kemasan satu liter eceran tertinggi dengan harga 14 ribu rupiah.

“Di toko moderen mereka tidak boleh menjual diatas harga Rp 14 ribu rupiah. Mereka sudah punya kontrak dengan distributor, apabila ditemukan, jatah mereka akan dikurangi atau tidak dikasih jatah dari pihak distributor,” ujar H Nasir.

Dia berharap agar masyarakat untuk tidak panik karena saat ini pemerintah sedang mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat khususnya warga daerah kota Baubau. (Tribunbuton.com/Flash)