DINILAI BERHASIL DI WANGI-WANGI, BUDIDAYA UDANG VANAME AKAN DIKEMBANGKAN DI PULAU TOMIA

1060
Bupati Wakatobi, H Haliana, saat meninjau lokasi rencana pengembangan budidaya udang vaname di pulau Tomia. FOTO istimewah

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Uji coba pengembangan budidaya udang vaname dengan sistim bioflok yang dilakukan Pemkab Wakatobi di pulau Wangi-Wangi. Berpotensi untuk dikembangkan juga di pulau Tomia.

Bupati Wakatobi, H Haliana, saat meninjau lokasi rencana pengembangan budidaya udang vaname di pulau Tomia. FOTO istimewah

Hal itu terlihat saat Bupati Wakatobi, H Haliana, seusai melaksanakan Musrenbang di Aula Kecamatan Tomia Timur. Langsung meninjau lokasi rencana pengembangan budidaya udang vaname disekitar Bandara Maranggo Tomia, Rabu (2/3/2022).

“Rencana lokasi di Maranggo yang luasnya sekira 1,5 hektar. Lokasinya pun sangat cocok sekali karena berada di dekat laut dan bukan di tempat umum. Akses listrik juga sangat dekat sekitar 100 meter dari jalan. Sekitar 15 kolam dengan diameter 20, karena 1 hektare itu kapasitasnya bisa 10 kolam untuk diameter 20,” ujar Bupati Wakatobi H Haliana.

Selain di wilayah Maranngo, H Haliana juga mengatakan ada lokasi lainnya yang telah disiapkan masyarakat setempat.

“Lokasi di desa Tiroau juga disiapkan sekira 1,5 hektare untuk pengembangan udang Vaname yang baru-baru ini sukses diuji coba di desa Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel),” kata Bupati Wakatobi.

Tahun ini lanjut Bupati Wakatobi bakal dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk anggaran kegiatan sekiyar 2 hektar. Di pulau Wangiwangi juga sementara dikomunikasikan dengan para kepala desa dimana lokasi paling cocok yang bisa cukup 1 hektar.

Menurut Haliana, program itu akan menjadi lapangan kerja bagi masyarakat. Diharapkan juga menjadi solusi untuk pendapatan masyarakat. Baik dalam pelibatan sebagai karyawan maupun juga bagian dari kepemilikan lokasi kolam-kolam tambak udang.

“Karena yang kita inginkan ke depan adalah, bahwa semua yang kita belanjakan itu bisa di revolving masyarakat pada akhirnya itu akan menjadi milik masyarakat 100 persen,” jelasnya

Bupati Wakatobi berharap hal tersebut bisa diakomodir di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, kendati itu adalah inovasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Juga memberi lapangan kerja sehingga bisa mengurangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran yang ada.

Selain itu juga akan menjadi alternatif baru bagi Kabupaten Wakatobi yang selama ini tidak pernah terbayangkan bakal ada tambak-tambak yang dapat memproduksi udang dengan sistem dan teknologi. Sebagai peluang untuk bisa memversifikasi produk perikanan, terutama budidaya.

“Budidaya dan udang Vaname ini salah satu yang sangat sinkron dengan visi misi kita untuk menjadikan Wakatobi sebagai Kabupaten konservasi maritim yang sentosa, dengan menjaga laut melalui konsep ekonomi biru. Kemudian juga dengan menjaga sumberdaya laut, terutama kebersihan yang mengarah pada upaya secara berkelanjutan. Ini justru memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan pendapatan masyarakat,” bebernya.

“Bisa kita bayangkan, kolam di Numana saja hasilnya itu sudah lebih tinggi daripada PAD Dinas Kelautan dan Perikanan kyang selama setahun rata-rata hanya berkisar Rp 27 juta,” pungkas Bupati Wakatobi. (Tribunbuton.com/Duriani)