DEKLARASI PARIWISATA BANGKIT DI HPN 2022, NAMA WAKATOBI MENJADI SEKSI

573
Seminar Pariwisata Bangkit di HPN 2022 di Kota Kendari, Sultra. FOTO Duriani

 

KENDARI, TRIBUNBUTOM.COM – Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2022 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah berakhir 10 Februari 2022 lalu.

Dalam serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 6 – 10 Februari 2022 itu. Nama Kabupaten Wakatobi menjadi seksi. Pasalnya, dalam seminar Pariwisata Bangkit menghasilkan sembilan poin penting untuk ditindak lanjuti. Dan lagi-lagi nama Wakatobi menjadi bagian penting dalam pembahasan itu.

Salah satu kegiatan HPN 2022 di Kota Kendari, Sultra. FOTO istimewah

Sembilan poin itu bermuara pada penguatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kabupaten Wakatobi dan tujuh Wonders sebagai hubungan dalam menjaring wisatawan domestik dan mancanegara.

Seminar yang diselenggarakan secara hybrid menampilkan Menparekraf Sandiaga Uno, Sapta Nirwandar, Ir Hugua, Abdullah Azwar Anas, Sugeng Handoko serta Dr Wawan Gunawan. Acara dipandu Ketua Bidang Pariwisata PWI Pusat, Hilda Sabri Sulistyo yang juga Pemimpin Umum/ pemimpin Redaksi portal berita bisniswisata.co.id di Hotel Claro, Kendari (7/2/2022).

Menparekra,f Sandiaga Uno, sebagai Keynote Speaker dan pembicara adalah Ketua Indonesia Tourism Forum ( ITF) sekaligus  chairman Indonesia Halal Lifestyle Center ( IHLC) Sapta Nirwandar yang membahas ekosistem pariwisata dan Outlook 2022. Disamping menyinggung potensi Sultra sebagai tuan rumah HPN 2022 maupun sebagai Friendly Muslim Destination.

Pembicara lainnya adalah putra daerah sekaligus tokoh pariwisata Sultra, Ir Hugua yang juga Anggota Komisi II DPR-RI. Hugua, bukan hanya mengingatkan status kewilayahan Wakatobi sebagai pusat karang dunia tapi juga membakar semangat para insan pers dan insan pariwisata Sultra untuk mewujudkan Beyond Wakatobi.

“Beyond Wakatobi bukan hanya memperpanjang lama tinggal wisatawan tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah terutama di desa-desa wisata bahari di tujuh wonders ( tujuh Kabupaten/kota ) di Sultra,” ungkap Hugua.

Abdullah Azwar Anas, mantan Bupati Banyuwangi yang kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang menjadi pembicara selanjutnya memberikan best praktice from 0 to Hero agar dalam pengelolaan desa wisata bahari keterlibatan masyarakat diutamakan.

“Masyarakat harus terlibat dan berperan aktif sehingga mendapatkan manfaat langsung dalam pengembangan pariwisatanya. Banyuwangi tahun ini memiliki 99 event. Oleh karena itu Sultra harus segera memiliki event dunia yang ditangani penyelenggaraan oleh masyarakatnya sendiri,” kata Azwar Anas.

Menurutnya, tidak mudah menciptakan birokratpreneur di lingkungan pemerintah, namun ditunjang dengan adanya penerbangan langsung dan puluhan event maka afirmasi terwujud dan multiplier effect pariwisata untuk membangkitkan perekonomian daerah dirasakan langsung oleh masyarakatnya.

Sementara itu Sugeng Handoko, penggerak Desa Wisata Nglanggeran, DIY yang pada 3 Desember 2021 di tetapkan oleh UNWTO sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia mengungkapkan pengelolaan desa berbasis masyakarat adalah keunggulannya.

“Community Base Tourism ( CBT) yang menjadi kuncinya sehingga kami diakui secara internasional memberikan manfaat yang merata pada warga desa Nglanggeran di pelosok Gunungkidul, Yogyakarta menjadi pemenang dunia,” tuntasnya.

Dr Wawan Gunawan, Direktur Regional II Kemenparekraf di sesi terakhir selain menanamkan nilai-nilai spiritual dan pelestarian budaya dari masyarakat untuk masyarakat  lewat Spirit Sapta Ajen hasilkan lima langkah utama kebangkitan.

Dia mengingatkan syarat bangkit adalah pembagian peran siapa melakukan apa  serta hilangkan ego sektoral guna wujudkan Geber atau gerakan bersama serta Gerakan Cepat ( Gercep) dan Gaspol untuk garap semua potensi yang ada.

Bertepatan dengan Puncak HPN 2022, Deklarasi Seminar Pariwisata Bangkit dari Kendari menghasilkan sejumlah komitmen.

Diantaranya, mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata berbasis bahari terutama Beyond Wakatobi yaitu Benteng Keraton Wolio, Rawa Aopa Watumohai, Pulau Padamarang, Matarombeo, Liang Kabori (Karts Lohia), Kepulauan Selat Tiworo dan Toronipa-Labengki.

Menjadikan Presiden Jokowi sebagai agent perubahan dan penggerak pariwisata berkelanjutan dengan momentum Ketua G20 dan COP.

Mendorong penyelenggaraan event nasional dan internasional yang berkelanjutan dan konsisten didukung oleh digital marketing yang masif.

Mendorong kolaborasi pentahelix untuk pembangunan kepariwisataan Sulawesi
Tenggara. Meningkatkan kapasitas SDM dengan pelatihan dan pendampingan secara konsisten.

Membangun 17 Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif Sulawesi Tenggara. Mendorong pembangunan Desa Wisata berkelanjutan. Memperkuat Perwilayahan Destinasi Pariwisata Nasional di Sulawesi Tenggara melalui dukungan regulasi Pemerintah. Serta Memberikan kemudahan berinvestasi khususnya di sektor pariwisata.

Acara yang diawali FGD Pariwisata Bangkit di Jakarta pada 24 Januari lalu menyatukan komitmen PWI dan Pemprov Sultra agar setelah Raja Ampat dan Labuan Bajo, maka destinasi wisata paska HPN yaitu Beyond Wakatobi segera ditindak para stakesholders pariwisata.

Pentahelix yang hadir langsung sepakat agar pemerintalh segera merealisasikan penerbangan langsung Bali-Wakatobi dan menghadirkan event -event internasional berkaitan bahari seperti halnya Motor GP Mandalika di Wakatobi sebagai hub tujuh Wonders. (Tribunbuton.com/Duriani)