JELANG PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH, CIVITAS SMAN 1 TOMIA WAKATOBI MAKSIMALKAN PBM TATAP MUKA

525
Kasek SMAN 1 TOMIA, Sitti Kamlia SPd

 

WAKATOBI, TRIBUN BUTON – Pelaksanaan ujian akhir tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat. Di situasi pandemi Covid-19, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Disetiap sekolah yang akan menyelenggarakan ujian akhir khususnya tingkatan SMA sederajat. Tidak ada persiapan khusus seperti pengayaan bagi siswa-siswi kelas ujian.

Hal itu dikarenakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga berdampak kepada sekolah disemua tingkatan dengan meniadakan proses belajar tatap muka.

Bahkan informasi terbaru, ujian akhir tahun ajaran 2021/2022 hingga kini belum ada kepastian kapan mulai dilaksanakan. Namun sejumlah sekolah setingkat SMA sederajat tetap memberlakukan proses belajar mengajar tanpa ada persiapan khusus.

Misalkan saja, di SMAN 1 Tomia, Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara. Seperti biasa, jelang ujian akhir tahun ajaran 2021/2022 tidak ada persiapan khusus. Meskipun pihak sekolah telah melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka sesuai anjuran pemerintah dengan mengedepankan protap.

Namun, demi mengantisipasi hal tidak diinginkan di situasi pandemi Civind-19. Civitas sekolah tetap meniadakan program pengayaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Pihak sekolah hanya memaksimalkan jam mengajar dengan meningkatkan kedisplinan seluruh pihak terhadap tugas dan tanggung jawab.

“Saat ini ujian akhir itu tersisa Ujian Sekolah (US). Meskipun hingga saat ini belum ada info resmi terkait pelaksanaan US, kita tetap maksimalkan jam mengajar di waktu normal. Pengayaan seperti dulu tidak ada, karena kita hindari kerumunan diluar jam mengajar wajib,” ungkap Kepala SMAN 1 Tomia, Sitti Kamlia SPd, Senin (31/1/2022).

Sitti Kamlia, mengatakan andai US sekolah masih ada di tahun ajaran saat ini, maka seluruh pihak termasuk Komite sekolah dibutuhkan peran serta dalam menelorkan generasi berkualitas di SMAN 1 Tomia.

“Pelaksanaan ujian tidak seperti tahun sebelum ada pandemi, namun kita berharap alumni SMAN 1 Tomia tetap berprestasi sehingga menjadi generasi yang bisa bersaing di Perguruan Tinggi seluruh indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan mengundang Komite sekolah guna membahas andai masih ada pelaksanaan ujian sekolah,” ujar Kasek SMAN 1 Tomia.

Ditambahkannya, SMAN 1 Tomia yang memiliki akreditasi B. Memiliki kuota 35 untuk program pengusulan bebas tes masuk Perguruan Tinggi (PT) diseluruh Indonesia.

“Jadi siswa-siswi berprestasi memiliki peluang untuk mendaftar dalam program bebas tes masuk PT. Dimana SMAN 1 Tomia mendapat kuota 35, dengan rincian jurusan IPA sebanyak 21 dan jurusan IPS 14 orang,” Sitti Kamlia, menambahkan.

Untuk diketahui, peserta ujian sekolah di SMAN 1 Tomia tahun ajaran 2021/2022 berjumlah 136. Terdiri dari 81 jurusan IPA dan 55 jurusan IPS. (Tribunbuton.comDuriani)