BUPATI BUTON BERIKAN BANTUAN GEROBAK UNTUK PELAKU UKM

386
Bupati Buton, La Bakry di dampingi Kepala BPD Sultra Cabang Pasarwajo, Kamaludin memberikan gerobak jualan ke salah satu pelaku UKM. FOTO:ILW/TRIBUNBUTON. COM

 

BUTON, TRIBUNBUTON. COM

Bupati La Bakry memberikan bantuan gerobak jualan kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang melakukan kegiatan usaha di area alun-alun letter Buton, Pasarwajo. Hal itu di lakukan guna meringankan beban pelaku UKM, Selasa 18 Januari 2022.

Bupati Buton, La Bakry, menjelaskan bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bank Sultra Cabang Pasarwajo. Tanggungjawab sosial itu digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.

“Sembilan gerobak untuk para pedagang yang ada di sekitar letter Buton ini dalam rangka membina UMKM dan melibatkan Bank Sultra dari CSR-nya itu kita dorong untuk peningkatan UMKM sehingga mereka nanti punya masa depan. Selain meningkatkan pendepanpatan, bantuan ini diharapkan dapat menertibkan palaku usaha di areal letter Buton agar terlihat bersih dan rapi”, tuturnya.

pihakanya menambahkan, Selain itu supaya dia lebih tertib, bersih, rapi. Kita bantu ini selain melayani orang yang bersantai sore sampai malam hari, tetapi dari sisi estetikanya juga kelihatan. Harapannya, estetikanya makin bagus, orang makin tertarik dan ada peningkatan pendapatan dari mereka para pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala BPD Sultra Cabang Pasawajo, Kamaludin Rahim menjelaskan bantuan ini merupakan kewajiban dari BPD Sultra Cabang Pasarwajo untuk memberikan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kepada pemerintah Kabupaten Buton. TJSL BPD Sultra Cabang Pasarwajo kepada pemerintah Kabupaten Buton tiap tahunnya mencapai Rp 150 juta.

“CSR yang kami berikan atas permintaannya pak bupati. Karena pak bupati mempunyai dana CSR itu setiap tahun Rp 150 juta, itu yang pak bupati harus pila, dimana yang membutuhkan, itu yang kami berikan,” tuturnya.

pihaknya menambahkan, penyaluran TJSL berupa bantuan gerobak baru pertama kali di Sultra. Olehnya itu, bantuan ini diharapkan dapat menaikan pendapatan masyarakat.

“Biaya yang kami keluarkan Rp 50 juta untuk membiayai sembilan gerobak. Itu kami lakukan dengan tujuan ingin kami naikkan pendapatan pelaku UMKM, supaya pelaku UMKM bisa meningkat kembali, kemudian, kami sangat mengharapakan pelaku UMKM itu jangan berhenti disini,” teranya.

Lebi lanjut iamenjelaskan selain dapat digunakan untuk menjalankan usaha, juga dapat digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat. Untuk meningkatkan pendapat mereka, kami mengharapkan kedepan supaya kami bisa memberikan fasilitas kredit modal kerja dalam bentuk KUR.

“Kami mengharapkan dengan bantuan ini kami bisa memberikan fasilitas KUR itu supaya mereka bisa mendapatkan pendapatan yang layak untuk membiayai kebutuhan keluarganya,” Jelasnya. (ilw)