KASUS SAFIUN, ANGGOTA TNI DI TOMIA BANTAH MOBILISASI MASSA

579
Foto wajah korban setelah dianiaya tampak lebam. Dan Surat tanda bukti laporan polisi. FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM

Kalau Urusan Rumah Tangganya Sejak Awal Keluarga Tak Ikut Campur. Tapi Lain Ceritanya Kalau Dianiaya

Safiun: Saya Sudah Menikah, Tudingan Berzinah itu Fitnah

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Anggota TNI di Kecamatan Tomia berinisial AJ dan SH membantah telah menginterogasi salah satu oknum pelaku penganiayaan kepada Safiun berinisial AS. Tudingan ini dilontarkan oleh salah satu terduga pelaku penganiayaan, inisial NH pada tribunbuton.com pada edisi sebelumnya.

Kepada tribunbuton.com, AJ menjelaskan pihaknya hanya mengklarifikasi kebenaran keterlibatan AS pada peristiwa penganiayaan saudara Safiun pada tgl 12 Desember 2021 sekira pukul 01.00 Wita di Kelurahan Bahari.

“Kami hanya mengklarifikasi itu, dikarenakan AS adalah seorang yang dikenal sebagai preman. Jadi itu tuduhan yang tidak benar,” jelas AJ dalam klarifikasinya.

AJ juga membantah tudingan NH bahwa dirinya memobilisasi massa. Ia memastikan tudingan itu tidak berdasar bahkan tidak mengandung kebenaran sedikit pun.

Memurut dia, kehadiran masyarakat di Kantor Polsek Tomia, semata-mata keinginan sendiri untuk mengikuti perkembangan penananganan kasus penganiayaan. Apalagi salah satu terduga pelaku adalah oknum anggota Polsek Tomia beronisial Bripka SB.

“Itu spontanitas dari keluarga korban penganiyayaan dan masyarakat yang peduli dan menginginkan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan. Karena apapun permasalahannya tindakan penganiyayan tidak dibenarkan di mata hukum,” jelasnya.

Menurut dia, kejadian ini berawal dari permasalahan rumah tangga saudara Safiun dan NH yang sudah tidak harmonis yang berujung tindakan penganiyayaan secara bersama-sama. Terkait urusan rumah tangga, sejak awal pihak keluarga Safiun tidak ikut campur karena disadari hal ini bersifat privasi.

“Tetapi ketika saudara Safiun dianiyaya, maka pihak keluarganya tidak menerima,” tegasnya. Menurut dia, tuduhan pihak penganiaya lewat media online hanyalah opini untuk membungkam fakta di lapangan dan menutup kesalahan dengan kebohongan.

Sementara itu, Safiun yang berhasil dihubungi media ini, memastikan tudingan NH bahwa AJ dan SH memobilisasi massa itu tidak benar. Kata dia, bahkan kedua aparat TNI itu justru membantu meredam massa untuk tidak membuat gerakan tambahan dan agar menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib.

“Dan pihak berwajib juga datang ke saya dan keluarga untuk meminta jangan mmbuat perbuatan membalas,” ujarnya

Safiun membantah jika iandigerebek sedang “asyik”. Tudingan ini bohong besar, karna menurut dia, ia baru saja kembali dari Patipelong.

Ia juga dituding telah melakukan perzinahan. Padahal kata dia, dia sudah melakikan nikah siri dengan saudari WH.

“Di mana letak saya berzinah. Saya sudah pernh dilaporkan nikah tanpa izin dan itu dlm proses pihak berwajib,” tutupnya. (adm)