PEMKAB BUTON KERJASAMA BEASISWA DUA IJAZAH DENGAN UNIVERSITAS SAMPOERNA DAN ARIZONA UNIVERSITY

655
Bupati Buton Drs La Bakry MSi, pose bersama dengan pihak Sampoerna untuk kerjasama beasiswa dua ijazah. FOTO:KOMINFO BUTON/TRIBUNBUTON.COM

 

BUTON, TRIBUNBUTON.COM – Pemkab Buton kembali menjalin kerja sama program beasiswa Double Degree (dua ijazah) dari Universitas Sampoerna dan Arizona University, Amerika Serikat. Mengenai hal ini, Perwakilan Putera Sampoerna Fondation, menemui Bupati Buton di ruang kerjanya, Kamis pagi 2 Desember 2021.

Head of Government Relations Putera Sampoerna Foundation, Mutmainnah Syahril, menjelaskan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buton. Yaitu berupa pemberian beasiswa kepada anak-anak terbaik di Buton.

“Yaitu program “double degree” atau mendapatkan dua ijazah dari Universitas Sampoerna dan Arizona University,” jelasnya, dilansir dari Fanpage FB Dinas Komunikasi & Persandian Kabupaten Buton.

Menurut Mutmainnah, yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan tinggi S1 di Jakarta atau setara dengan Amerika. Untuk program ini ia mengatakan pihaknya mengeluarkan biaya yang cukup besar. Namun harapannya, anak-anak di Kabupaten Buton kelak menjadi pemilik SDM terbaik untuk penerus kepemimpinan di Buton.

Saat ini kerja sama Pemkab Buton dan Putera Sampoerna Foundation dengan skema dua dan dua. Jika ada empat anak yang lolos maka dua orang akan dibiayai oleh pihak Sampoerna sedangkan yang dua orangnya akan dibiayai Pemkab Buton.

Kata dia, yang menjadi sasaran adalah, anak-anak SMA kelas 3 yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Sejauh ini tidak ada kriteria khusus untuk daftar beasiswa. Sampoerna akan melakukan tes dan seleksi sendiri untuk mencari anak-anak yang tertarik dengan Bahasa Inggris dan Matematika.

“Karena nanti, anak-anak akan berkuliah di kampus kami dan benar-benar full bahasa Inggris. Karena memang dosen-dosennya pun dari Amerika. Jadi memang butuh, anak-anak yang memang punya fokus di bahasa Inggris. Sebenarnya untuk angkatan 2021 sudah satu semester. Tapi, kami menyeleksi ini untuk angkatan 2022 nanti, itu akan mulai di Juni 2022,” tuturnya.

Hal ini disambut baik oleh Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si. Menurut orang nomor satu di Buton tersebut, semua ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Buton yang cerdas.

Lebih lanjut, Suami Delya Montolalu menjelaskan Universitas Sampoerna bekerja sama dengan Universitas Arizona, Amerika. “Nantinya, mereka mendapatkan dua ijazah, karena kurikulum sama. Pada semester tertentu mereka akan kuliah di Arizona Amerika,” tutur Ketua Bapera Sultra.

Bupati mengungkapkan dalam pertemuan tadi, pihak PT Sampoerna menyampaikan terdapat pelajar Buton yang lolos beasiswa pada program ini. Hanya saja, tidak melanjutkannya karena lebih memilih program studi kedokteran.

Menurut orang nomor satu di Buton tersebut, tidak memilih melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ini merupakan pilihan, baik anak dan orang tua yang bersangkutan. Meski demikian, Bupati menyayangkan pilihan itu, sebab, kuliah di Universitas Sampoerna berstandar internasional karena “dual degree” sekaligus mendapatkan ijazah dari Arizona University.

“Itu adalah pilihan orang tua dan anak. Dari sisi kita, kita sayangkan karena anak ini nantinya kapasitasnya internasional. Karena beasiswa ini “dual degree”, Amerika sama Indonesia. Hanya saja itu, pilihan. Tidak mudah lulus seleksi, dari sekian banyak anak-anak daerah dia lolos sendiri. Tapi dia batal, tidak bisa mengikuti program ini”, ungkapnya.

Tapi betapapun niat baik pemerintah daerah untuk menjadikan anak-anak daerah bicara di kancah yang lebih tinggi, lanjut Bupati, kembali ke orang tua dan anak yang bersangkutan. Dan kami juga menghargai pilihan anak itu. Putera daerah Buton ini berharap pada seleksi ke depan, ada lagi anak daerah yang lolos sesuai persyaratan Putera Sampoerna Foundation dan bisa dikirim lagi untuk menempuh pendidikan tinggi pada tahun yang akan datang. (adm)