DIYAKINI BUTUR TAK AKAN DIASPAL, DEMONSTRAN ANCAM TUTUP SELURUH AKSES

442
Aliansi Pemerhati Infrastruktur Butur meminta kepastian Pemprov Sultra soal pengaspalan jalan poros Butur-Buton dan Butur-Maligano. Mereka mengancam menutup seluruh akses masuk ke Butur jika permintaan mereka tidak ada kejelasan. FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM

 

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM – Pedemo mengultimatum pemerintah Provinsi Sultra bila sampai akhir Desember 2021 ini belum ada kepastian pengaspalan jalanan di Kabupaten Buton Utara (Butur), maka seluruh akses darat dari dan ke Butur akan ditutup.

Aliansi Pemerhati Infrastruktur Butur meminta kepastian Pemprov Sultra soal pengaspalan jalan poros Butur-Buton dan Butur-Maligano. Mereka mengancam menutup seluruh akses masuk ke Butur jika permintaan mereka tidak ada kejelasan. FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM

“Belum ada kepastian dan statment, berapa anggaran untuk aspal jalan di Butur yang membuat yakin masyarakat. Kalau pemerintah tidak respon kami akan menutup seluruh akses jalan provinsi,” kata Jenderal Lapangan Aksi, LM Nur Salam ketika diwawancarai di lokasi aksi.

Demonstrasi selama 48 jam itu berakhir damai, Jumat 3 Desember 2021. Blokade jalan di Simpangan Ronta, Kecamatan Bonegunu tersebut kemudian dibuka pukul 16.03 WITA dan membolehkan kembali ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat yang sempat tertahan melanjutkan perjalanannya.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Infrastruktur itu juga mendesak Gubernur Sultra, Ali Mazi segera menuruti tuntutan mereka agar seluruh jalan provinsi di Butur diaspal, bukan hanya pengerjaan pengerasan jalan.

Desakan juga ditujukan untuk Anggota DPRD Provinsi Sultra, khususnya Komisi III. Selain itu, instansi terkait diminta menggelar konferensi pers mengumumkan hasil pembahasan dan penetapan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Butur.

Ditambahkan Korlap I, La Baada, Dinas PU Provinsi Sultra segera menentukan titik-titik mana saja yang secepatnya harus dituntaskan dari jalan berlubang yang sudah dialami masyarakat selama bertahun-tahun itu.

“Khususnya di wilayah Bonegunu dan Kambowa karena dua wilayah itu kondisi jalanan paling parah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Butur, Nasri mengaku secepatnya bakal mengkomunikasikan tuntutan demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Provinsi Sultra.

“Saya akan hadirkan Salam Sahadia (anggota DPRD Sultra Dapil Butur). Percuma jadi wakil rakyat kalau tidak hadir disini,” tuturnya.

Ia juga akan membahas hal itu ke dalam rapat di DPRD Butur untuk setidaknya memberikan saran dan masukan serta solusi persoalan yang dianggapnya paling mendesak tersebut.

“Kalau jalan bagus, semua mahluk hidup, apalagi manusia yang melintasi jalan ini pasti akan senang,” ungkapnya. (adm)