HARGA MINYAK GORENG NAIK “SELANGIT”

620

 

Kadisperindag: Kenaikan di Tingkat Distributor

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Baubau melonjak. Akibatnya pedagang resah karena daya beli masyarakat menurun, Kamis 02 Desember 2021.

Salah seorang pedagang, di Pasar Karya Nugraha, Hamida, mengatakan kenaikan harga minyak goreng sejak sebulan lalu. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pastidari kenaikan harga minyak goreng.

“Kami tidak tau apa penyebab kenaikan, karena kadang dalam satu hari itu suda naik lagi,” ucap Hamida.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya. Sebelumnya harga minyak bimoli Rp 27 ribu. Minyak goreng yang ukuran 2 liter sebelumnya Rp 35 ribu, kini mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu. Adapun harga minyak lain seperti sabrina, avena, ross brand bisa mencapa Rp 38 hingga Rp 39 ribu.

Para pedagang berhapa agar Pemerintah Kota Baubau dapat menurunkan harga jual minyak goreng.
Harga minyak goreng tidak boleh terlalu tinggi karena minat pembeli menurun.

“Mana lagi sepi baru kita tidak bisa mau pasang harga tinggi baru juga harga jual naik terusss bisa mati pedagang sama pembeli,” ucap beberapa pedagang lain di Karya Nugraha.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Erna wlWati, merasa kesal akibat kenaikan harga minyak goreng. Menurut dia porsi keuangan banyak terserap untuk membeli minyak kelapa goreng.

“Gara-gara harga minyak naik. Uang belanja yang tadinya bisa belanjakan yang lain, ini kita harus keluarkan untuk beli minyak. Mau tidak mau harus di beli, karena itu kebutuhan pokok,” katanya

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau, Ld Ali Hasan, mengatakan kenaikan harga minyak goreng terjadi secara nasional. Menurut dia, kenaikan terjadi di tingkat distributor

Kadisperindag Kota Baubau, Ali Hasan / tribunbuton.com

Ia mengatakan biaya pengiriman melalui kontainer juga mengalami kenaikan. Selain itu, di tingkat produsen harga bahan baku mengalami kenaikan.

“Crude Palm Oil (CPO) juga mengalami kenaikan suplai daerah Surabaya,” imbuhnya. (p1/yhd)