HMP PEMKAB WAKATOBI GANDENG ,PLN, AKKP,DAN BTN

583
Pose bersama usai menananm pohon di Pulau Sumanga. FOTO:TRIBUNBUTON.COM

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Merayakan Hari menanam Pohon ( HMP) Nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi bersama Akademi Kampus Kelautan dan Perikanan, (AKKP), PLN, dan Balai Taman Nasional (BTN), menggelar penanaman mangrove di Pulau Sumanga, Desa Liya Togo Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Minggu 28 November 2021.

Ketua Panitia, Irpan, mengatakan selain memperingati hari penanaman nasional, Pulau Sumanga juga merupakan salah satu wilayah yang menjadi tempat yang cocok untuk pembudidayaan mangrove.

“Selain tempatnya yang strategis, pulau Sumanga juga dijadikan tempat penilitian kamp Akademik komunitas kelautan dan perikanan ( AKKP),” ungkapnya.

Dia juga melanjutkan, penanaman mangrove yang dilakukan di pulau Sumanga sebanyak 1000 pohon.

Sementara itu Direktur AKKP ,Heru Santoso , mengatakan kegiatan tersebut tidak akan sukses tanpa bantuan dari pihak pemerintah Daerah, PLN,BTN.

Kami sebagai penanggung jawab kegiatan sangat bersyukur dengan partisipasi dari pihak PLN,BTN, dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi sendiri,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Wakatobi, H Haliana mengatakan, selain memperingati Hari menanam Nasional, pulau Sumanga merupakan satu wilayah konservasi, jadi perlu ada perlindungan khusus,dari bermacam pihak, salah satunya untuk menjaga ekosistem laut serta pasirnya.

“Ini kawasan yang sangat strategis ,sehingga perlu adanya kerja sama dari seluruh pihak untuk dijaga kelestariannya,” ungkapnya.

Dia juga melanjutkan, untuk mewujudkan visi -Misi Kabupaten Wakatobi sebagai konservasi maritim yang Sentosa, penanaman pohon mangrove juga salah satu kegiatan yang harus dicontoh, pasalnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu untuk menjaga kelestarian wilayah Kabupaten Wakatobi,dari maraknya abrasi pantai.

” sebagai Wilayah dengan visi konservasi, harus di jaga bersma, salah satunya kepedulian terhadap pulau pulau yang masih posisi ekosistemnya masih luas,” tutup Haliana. (adm)