ILMIATI DAUD AJAK OPD JADIKAN SPIP SEBAGAI CONTROL CULTURE

592
Suasana penilaian mutaritas SPIP di vila Nadila, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi. FOTO:LD SYAMSUDIN/TRIBUNBUTON.COM

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi Kabupaten Wakatobi, di Vila Nadila, Kecamatan Wangi -wangi, Selasa 16 November 2021.

Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, dalam sambutannya mengatakan SPIP adalah suatu proses yang dibangun secara built-in pada tindakan serta kegiatan pimpinan dan seluruh pegawai, bukan sekedar formalitas pemenuhan ketentuan. Menurut dia, SPIP diterapkan sebagai suatu budaya pengendalian (control culture), menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.

“Penerapan SPIP bertujuan untuk menghasilkan kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Lanjutnya, maturitas (hak paten, red) SPIP adalah suatu istilah untuk menunjukkan ukuran kualitas dari sistem pengendalian intern pada suatu organisasi. Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP, merupakan tingkat kematangan/kesempurnaan penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah dalam mencapai tujuan pengendalian intern sesuai dengan amanat peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2008 tentang sistem pengendalian intern pemerintah.

“Saya menghimbau kepada para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya agar lebih proaktif dalam mengikuti kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menilai kembali (re-assessment) penyelenggaraan sistem pengendalian intern di OPD kita masing-masing

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Wakatobi,Aliana mengatakan, Dengan adanya penerapan SPIP di Kabupaten Wakatobi, dapat membantu OPD untuk memepermudahkan dalam melakukan kinerjanya,dalam hal pelaporan hasil kinerja. (m2)