SMAN 2 WANGI-WANGI MENJADI PENGGERAK DIGITALISASI BUDAYA KABUPATEN WAKATOBI

400
Universitas Airlangga dan Sanggar Kanamingku bekerjasama dengan SMAN 2 Wangi-wangi, menggelar pelatihan dokumentasi berbasis digital. FOTO:LD SYAMSUDIN/TRIBUNBUTON.COM

 

WAKATOBI, TRIBUN BUTON.COM – Sebuah anugerah di hari Sumpah Pemuda bagi SMAN 2 Wangi-wangi. Pada momen hari nasional ini, pihak sekolah mendapat kunjungan dari Universitas Airlangga (Unair) bekerjasama dengan Sanggar Kanamingku.

Direktur Sanggar kanamingku, Sarni, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas kepercayaan pihak Universitas Earlangga. Kunjungan ini sebagai salah satu komitmen untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan kegiatan dokumentasi berbasis digital.

Kehadiran Unair dan Sanggar Kanamingku untuk menggelar pelatihan pendokumentasian berbasis budaya digital pada komunitas budaya SMA dan pendukung pariwisata. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMAN 2 Wangi-wangi, Kamis 28 Oktober 2021.

“Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami,pasalnya masih diberikan kepercayaan sebagai mitra dalam kegiatan bergengsi ini,” ungkapnya

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 2 Wangi-wangi Hasanuddin mengatakan, pihak sekolah sangat terbuka untuk bekerjasama serta berkolaborasi dengan semua pihak untuk kemajuan bangsa dan negara. Terutama untuk menambah wawasan pengetahuan pelajar SMAN 2 Wangi-wangi.

“Kami tetap terbuka buat semua pihak demi kemajuan bangsa kita ini apalagi untuk menambah wawasan para pelajar yang ada di SMAN 2 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan Fakultas Ilmu Budaya (FIB UNAIR), Dr La Ode Rabani mengatakan, ini merupakan yang pertama kali bagi FIB Unair melakukan kerjasama dengan SMAN 2 dan Sanggar Kanamingku. Hal ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan peran dan kehadiran Universitas Airlangga di Kabupaten Wakatobi, lebih khususnya Fakultas Ilmu Budaya di tengah masyarakat nusantara.

“Ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan Unair,lebih khususnya kehadiran FIB di kalangan Masyarakat,” ungkapnya.

Dia juga melanjutkan, kepedulian Unair di kabupaten Wakatobi merupakan hal yang serius dalam mengembangkan ranah ilmu pengetahuan dan publikasi kampus, salah satu contoh kepeduliannya berupa Bantuan kesehatan yang lebih dikenal dengan Rumah Sakit terapung ksatria Airlangga.

“Ini merupakan langkah serius dari Unair, langkah berikutnya, pihaknya akan menyeser kalangan pemuda untuk menjadi pelopor, inspirator,dan dokumentator budaya yang akan dikenalkan melalui internet,” tutup Rabani. (m2)