BEGINI JALAN CERITA PENEMUAN MAYAT SISWA SDN 6 BAUBAU DI PERAIRAN JEMBATAN BATU

777
bicah siswa SDN 6 Baubau ini ditemukan terapung di perairan jembatan batu oleh speed boat Wamengkoli. (FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM)

 

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Mayat bocah berseragam sekolah ditemukan mengapung di laut Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 6 Oktober 2021 siang. Penemuan mayat itu diabadikan lewat rekaman video berdurasi 55 detik yang tersebar di media sosial.

Dari vodeo yang diperoleh tribunbuton.com di WhatsApp, tampak mayat bocah itu ditemukan oleh awak speed boat di perairan jembatan batuk pada jarak kira-kira 30 meter. Warga yang menemukan mengangkat mayat ke atas speed boat.

Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari, via rilis, membenarkan kejadian ini namun baru viral melalui medsos pada Rabu 6 September 2021. Mayat bocah itu terlihat mengenakan seragam olahraga berwarna biru merah.

Identitas korban bernama Muhamad Rizky Ramadan, umur 6 thn, agama Islam suku Buton pendidikan SD Negeri 6 Baubau kelas 1, alamat tanggul Kelurahan Tomba, Kecamatan Wolio, Kota Baubau.

Menurut saksi, Salam (35), pekerjaan swasta, alamat Kelurahan Bataraguru yang ada dalam speed boat selain Salam tedapat Nur (L) dan Malik. Saat speed boat dari arah Wamengkoli menuju Jembatan Batu, posisi Malik sedang duduk di atas speed boat dan melihat ada yang mengapung di laut sambil berkata “manusia”.

Mendengar teriakan Malik, Salam langsung memutar arah speed boat dan langsung mendekati obyek. Mereka melihat seorang anak laki-laki dengan poisisi tertelungkup tidak bergerak sedang mengapung di laut memakai baju olah raga sekolah dasar tas dan ditemukan di belakang KM. Armawati (kapal talaga).

“Itu posisi ditemukannya anak tersebut berada sejajar dengan dermaga depan ruang tunggu pelabuhan speed Jembatan Batu, tepatnya kurang lebih 30 meter di belakang KM.Surya Anugrah,” jelas Kapolres mengutip saksi.

Anak tersebut kemudian dibawa ke ruang tunggu Jembatan Batu untuk dilakukan pertolongan pertama. Karena dianggap tidak ada reaksi, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Murhum untuk mendapat penanganan medis namun sudah tidak bernyawa.

Pemilik pangkalan minyak tanah, Awal, mengaku sempat melihat beberapa anak sekira pukul 10.00 Wita bermain di sekitar tanggul belakang Umna Plaza. (p1)