BUPATI WAKATOBI BERI BANTUAN MESIN PERONTOK PADI, SEKALIGUS PANEN PERDANA

673
Suasana Panen Padi perdana, di Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi,oleh Bupati Wakatobi H Haliana SE. FOTO: LD SYAMSUDIN/TRIBUNBUTON.COM

WAKATOBI, TRIBUN BUTON.COM

Bupati Wakatobi, Haliana menyerahkan bantuan mesin perontok padi (Power Thresher), sekaligus panen perdana padi sawah yang dikelola oleh kelompok Tani Harapan Wakatobi di Kecamatan Wangiwangi, Sabtu 4 September 2021.

Dalam sambutanya, Haliana mengatakan, pada tahun 2021, sudah ada dua pilot projek, yakni di Pulau Tomia dan Wangiwangi,tidak kemungkinan akan ada juga dipulau Kaledupa sambari melihat keberadaan lahan yang ada.

“Baru-baru ini saya diskusi panjang dengan wakil Menteri Pertanian bahwa ada rencana pembukaan lahan untuk sawah yang ditargetkan 100 hektare. Harapan kita, bahwa padi pun kita produksi disini. Dengan sawah kita yang ada diperkirakan dalam 1 hektare dapat menghasilkan 4-5 ton,” katanya.

Dia juga meminta para petani agar tetap berinovasi dengan segala keterbatasan, pemerintah tengah berupaya agar bagaimana strategi untuk pembuatan irigasi di seluruh wilayah Wakatobi yang memadai.

“Kita disini tidak memiliki sumber air yang tetap, sehingga butuh rekayasa irigasi. Sehingga diupayakan sumber air dari bawah tanah melalui sumur bor. Kita juga harus bisa menghitung ketersediaan air baku tanah kita. Sehingga wilayah tutupan-tutupan ini harus bisa dihitung sebaik mungkin,” lanjut Haliana.

Dia juga mengapresiasi, kepada kelompok Tani Harapan Wakatobi yang telah memulai tanpa rasa pesimis.

” Keberhasilannya sudah dibuktikan lewat keuletan dan kerja kerasnya. Saya yakin ini akan menginspirasi petani-petani yang lain, melalui dorongan penyuluh. Ini juga menjawab kesan tandus bahwa Wakatobi dianggap tidak memiliki potensi apa-apa,”tutup Haliana.

Sementara itu, kepala Dinas Pertanian Tamrin menyampaikan bahwa sawah itu kepemilikan atas nama Sarifudin yang kini masuk kelompok Tani Harapan Wakatobi, yang di bentuk pada tahun 2020 silam.

“Seandainya kita punya petani seperti pak Sarifudin ini sebanyak 100 orang sudah, jelas Wakatobi ini memiliki sawah seluas 100 hektare,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, Ada tiga leading sektor yang menjadi prioritas kita yakni pariwisata, kelautan perikanan dan ketahanan pangan.

“Kita optimis, dengan visi baru kita ini menjadi kabupaten konservasi maritim yang sentosa , itu bisa kita wujudkan,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa lokasi penanaman padi sawah merupakan lokasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Pemda untuk wilayah Kecamatan Wangiwangi, seluas 300 hektare lebih.Mewakili kelompok Tani Harapan Wakatobi, Sarifudin berharap agar Pemda dapat membantu dari sisi peralatan yang dapat menunjang kegiatan persawahan.

“Mudah-mudahan petani-petani lain bisa mengikuti yang kami lakukan disini. Supaya bisa kita kembangkan padi-padi seperti yang kita tanam ini. Kami juga berharap agar dapat dibantu berupa peralatan yang dapat memudahkan kerja-kerja kami di sawah,” harap Tamrin. (m2)