PAD SEKTOR SEWA ALAT BERAT DIDUGA BOCOR, GEBRAK KEPTON SEMPROT WAKIL BUPATI DAN KADIS PUPR WAKATOBI

1918
Sejumlah personil Polres Wakatobi ikut mengamankan jalannya aksi. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUN BUTON

Sejumlah orang yang menamakan diri Gerakan Barisan Rakyat Kepulauan Buton (Gebrak) menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Bupati Wakatobi, Jumat (6/8/2021).

Sejumlah personil Polres Wakatobi ikut mengamankan jalannya aksi. FOTO Duriani

Dalam orasinya, Gebrak menyoroti kinerja pemerintahan di Kabupaten Wakatobi. Terkhusus pengelolaan jasa sejumlah aset daerah yang tidak maksimal. Sementara aset daerah dimaksud, jika dikelola dengan baik dan transparan akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bukan hanya jasa aset daerah yang tidak maksimal. Gebrak juga mendesak Bupati Wakatobi, H Haliana untuk mencopot pimpinan instansi pengelola jasa aset daerah dimaksud.

“Bupati Wakatobi harus mencopot Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Wakatobi. Karena tidak becus mengelola jasa aset daerah (alat berat) yang disewakan kepada sejumlah kontraktor,” teriak Yayan Sera, salah seorang orator Gebrak.

Menurut Yayan Sera, pihak Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Wakatobi terkhusus kepala dinas tidak transparan. Masa sewa alat berat selama satu tahun anggaran hanya Rp 90 juta lebih. Kami duga ada kebocoran anggaran dari sektor PAD,” ucap Yayan Sena.

Sementara itu Korlap aksi, Ali Munir, meminta pihak Pemkab Wakatobi untuk serius mengusut dugaan kebocoran anggaran bersumber PAD sewa alat berat. Pemkab Wakatobi kata Ali Munir, memiliki beban dan tanggung jawab menuntaskan dugaan dimaksud.

“Pemkab Wakatobi khususnya pihak Inspektorat harus melakukan audit dugaan yang kami maksud. Termasuk Ibu Wakil Bupati Wakatobi wajib menuntaskan masalah ini. Karena masalah ini terjadi sejak masa jabatan sebelumnya sebagai Wakil Bupati Wakatobi mendampingi H Arhawi. Masa selama lima tahun tidak tahu menahu persoalan di daerah,” tegas Ali Munir.

Kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Wakatobi, H Kamarudin, saat hendak dikonfirmasi di kantornya terkait tudingan pihak Gebrak. Sedang tidak bwrada di tempat. “Pak Kadis belum masuk kantor,” jawab salah seorang staf PUPR Wakatobi, Jumat (6/8/2021).

Amatan media ini, sejumlah personil Polres Wakatobi ikut memantau dan mengamankan jalannya aksi. (Duriani)