VAKSIN COVID 19 UNTUK KEKEBALAN TUBUH, TAPI ADA YANG MENINGGAL?

664
Sebelah Kanan, Harry Fajar (Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton), dan kiri Rahman Ruwia (Menteri Kajian Isu Strategis BEM Unidayan. FOTO: AZAR/TRIBUNBUTON.COM

Siapa Tanggung Jawab, Pemerintah Atau Orang yang Divaksin?

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Vaksin Covid 19 untuk kebaikan bersama karena orang yang divaksin kekebalan tubuhnya akan meningkat dan dapat tercegah dari Covid 19. Namun dua kejadian meninggal pasca divaksin di Kota Baubau, telah menjadi prokontra di kalangan masyarakat.

Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Buton, Harry Fajar Maulana, tidak yakin vaksin Covid 19 menjadi penyebab meninggalnya dua warga Baubau pasca divaksin. Menurut dia, vaksin justru dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan dapat mencegah penularan Covid 19. Kematian yang dikaitkan dengan vaksin dinilai tidak sepenuhnya disebabkan vaksin.

“Saya ini salah satu orang yang divaksin bahkan bukan hanya satu kali divaksin tapi sudah dua kali divaksin. Alhamdulillah sampai saat ini masih dalam keadaan sehat walafiat,” katanya kepada TRIBUN BUTON (www.tribunbuton.com), Sabtu 5 Juni 2021.

Menghadapi opini yang berkembang, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton ini mengingatkan masyarakat untuk banyak melihat fakta-fakta objektif tentang vaksinasi. Sehingga informasi yang tersebar di publik tidak secara mentah diterima. Karena informasi meninggalnya beberapa orang yang divaksin menyebabkan masyarakat merasa takut untuk divaksin.

Sementara itu Samsu, dosen hadits, Fakultas Agama, UM Buton, mengatakan pemerintah harus berupaya agar tidak terjadi lagi kematian pasca divaksin. Ia mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas kematian yang sudah terjadi pasca divaksin, apakah pemrintah ataukah orang yang divaksin?

“Dalam kejadian ini siapa yang bertanggung jawab orang yang divaksin atau pemerintah dengan kondisi seperti ini agar mencegah sehingga tidak terjadi sesuatu yang kita duga dalam hal ini kemudaratan,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Kajian Isu Strategis BEM Unidayan Rahman Ruwia tidak mau berbicara banyak soal persoalan yang viral di media di Kota Baubau beberapa hari ini yakni oknum guru dan pegawai bank yang meninggal pasca divaksin. Ia mengaku belum bisa menyimpulkan sakit dan meninggal dunia karena divaksin betul atau tidak? Karena hal ini membutuhkan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenarannya.

Pihak terkait menurut rahman berdasarkan penjelasan Jubir Covid 19, sudah melakukan proses vaksinasi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Melewati tahapan pendaftaran, screning. Sedangkan soal kejang-kejang ia mengutip Jubir Covid 19 Baubau dr Lukman, karna belum sarapan saat divaksin.

Rahman justru menilai vaksinasi yang diprogramkan pemerintah sangat positif. Karena menurut dia, vaksin akan membentuk anti bodi kekebalan tubuh dari serangan virus tertentu.

Menurut dia, Kementrian Riset dan Badan Inovasi Nasional Kemenriset (BRIN)
menyebutkan vaksin yang sudah diberikan akan melatih tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit. Namun dalam pemberian vaksin perlu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena vaksin Covid 19 bersifat sensitif dengan penyakit bawaan seseorang.

“Banyak kejadian yang dialami orang-orang ketika divaksin. Ada yang sakit kadang sampai meninggal, tetapi itu masih dalam indikasi, namun kasus vaksinasi ini melahirkan prokontra di kalangan masyarakat,” tutupnya. (Azhar)