BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Peminat saraba di Kotamara menurun beberapa bulan terakhir ini. Justru pengunjung lebih doyan minum minuman dingin.
Salah seorang penjual saraba di Kotamara, Ibu Ratna, mengatakan penikmat saraba menurun hingga 50 persen. Hal ini berdasarkan pengalamannya berjualan saraba sejak tahun 2013.
“Ditahun itu, biasa laku sampai 30 gelas perhari, tapi sekarang cuma 12 sampai 15 gelas,” jelas ibu Ratna kepada TRIBUN BUTON (www.tribunbuton.com), Jumat malam 4 Juni 2021.
Saraba merupakan minuman rempah campuran jahe, susu dan bisa dicampur telur ayam kampung. Minuman ini banyak dijumpai di beberapa kota di Sulawesi. Minum saraba paling cocok dinikmati saat cuaca dingin ditemani gorengan seperti pisang goreng, dst.
Menurut Ratna, pengunjung di Kotamara didominasi kalangan pemudadan pemudi. Sehingga para muda-mudi justru lebih memilih menikmati minuman dingin.
Selain itu, minuman dingin lebih murah dari saraba. Minuman dingin Rp 5rb sedangkan saraba Rp 10rb per gelas.
“Tiap harinya saya membuka lapak mulai jam 2 siang dan tutup 12 malam. Terasa betul kurangnya pemesanan saraba karena saya selalu membawa pulang saraba yang tersisa jumlah banyak,” tutupnya. (Ishar)
