PEMKAB BUSEL BERI PERHATIAN PELAKU UMKM

101
Pelatihan Ekraf dan UMKM Buton Selatan. FOTO:ILWAN/TRIBUNBUTON. COM

BUSEL, TRIBUNBUTON.COM

Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, terus memberikan perhatiannya terhadap pelaku industri Ekonomi Kreatif (ekraf) dan UMKM. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan pembuatan sarung tenun tanpa mesin yang rencananya digelar dua hari mulai Kamis 18 Maret – 19 Maret 2021.

Bupati Busel, La Ode Arusani, menjelaskan pelatihan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengembangkan SDM di daerah Busel. Terlebih, hasil tenun sangat penting sebagai bagian dari memajukan industri pariwisata.

“Olehnya, hasil-hasil kreatif berupa tenunan harus dikembangkan. Produksi hasil tenunan akan menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Melalui pelatihan ini akan memperkaya model, varian, jenis tenunan baru atau mengkombisnasikan warna yang unik”, tuturnya, Rabu 17 Maret 2021.

Artikel Menarik Lainnya :  TKSK: TIDAK ADA PENGHAPUSAN BLT DI BATAUGA, HANYA DITUNDA

Menurut dia, pabila di kemudian hari ada hambatan dan kendala, agar segera berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Buton Selatan. “Kalau bisa jangan hanya buat sarung, tapi buat juga dengan tas sebagai ole-ole bila ada tamu dari luar daerah. Jangan ragu memasarkan, bila produksi banyak maka saya akan beli, bisa juga jual ke sekolah, puskesmas atau tempat lainnya. Selain itu, produksi hasil kerajinan bisa dipajang di rumah kreatif,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  DINSOS KABUPATEN BUSEL SALURKAN BANTUAN POGRAM UEP

Kata dia, pihaknya siap memberikan bantuan modal berupa benang dan alat lainnya, di perubahan anggaran 2021 mendatang. Pihaknya berharap, para peserta dapat mengikuti pelatihan tersebut dengan baik, sehingga dapat memperoleh dengan pengetahuan untuk dikembangkan di kecamatan masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Buton Selatan, La Ode Haeruddin. Ia ingin agar peserta pelatihan dapat mengikuti pelatihan dengan baik. “Kita juga berharap ada output dari kegiatan dengan membuat desain baru sebagai ikon atau simbol sarung Buton Selatan yang lebih elegan”, jelasnya. (Ilw)

Komentar Anda