CAKADES MILENIAL TOMIA INGIN CIPTAKAN PILKADES YANG DAMAI

1013
Empat Bakal calon milenial kepala desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) Inginkan Proses pelaksanaan Pilkades Damai jujur dan aman, FOTO:IST/Tribunbuton.com

WAKATOBI,TRIBUNBUTON.COM

Menjelang pesta demokrasi tingkat Desa di Kecamatan Tomia, para bakal calon milenial Kepala  Desa Lamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) duduk bersama di lingkaran meja kopi pinggiran guna membahas politik cerdas dan menciptakan Pilkades yang damai, Kamis 4 Februari 2021.

Untuk diketahui para empat kandidat calon milenial kepala desa tersebut akan bertarung dalam kompetensi pemilihan kepala desa 25 April 2021 mendatang yakni Umar, S.pd Lisman,S.pd, Iskandar,S.kom, Ahmad Arsal SE.

Salah satu bakal calon Umar S,pd Mengatakan bahwa dengan adanya diskusi meja kopi pinggiran yang damai ini diharapkan nanti pelaksanaan Pilkades akan terlaksana dengan damai dan aman serta sukses.
Pilkades ini adalah pesta kita sebagai mayarakat desa. Kita gelar dengan penuh suka cita, penuh kedamaian, karena kita semua ini saudara.

“Saya berharap bahwa untuk pelaksanaan Pesta demokrasi tingkat Desa akan dapat terlaksana dengan aman serta damai sebagaimana tujuan dalam demokrasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pemuda yang dikenal sapaan Umar tersebut Menjelaskan dalam membuat suasana yang damai sebelum dan sesudah acara pilkades, karena masyarakat yang rukun adalah cerminan dari bangsa yang kuat, dan dapat meningkatkan nilai toleransi antar masyarakat, karena berbeda pilihan itu maklum, tapi damai itu keharusan.

“Berbeda pilihan itu maklum dan hal biasa tapi yang menjadi tupoksi seorang calon pemimpin dapat menyatukan perbedaan persepsi dalam berdemokrasi,” jelasnya.

Diwaktu yang bersamaan, Iskan, S.kom, Membeberkan ajang pemilihan Kepala desa di Kecamatan tomia tepatnya di Lamanggau sudah tidak lama lagi, Olehnya itu perlu dilakukan menjaga semangat kebersamaan sehingga Pilkades Serentak di Kabupaten di Kabupaten Wakatobi dapat berjalan secara damai, aman dan jujur.

“Ikutilah proses Pilkades dengan jujur agar  menghasilkan Kepala Desa yang pro kepentingan masyarakat,” (p5).