SARJONO: PERLU DIKETAHUI, WARTAWAN HARUS MASUK ORGANISASI PROFESI

348
Penyerahan sertifikat orientasi kewartawanan oleh ketua PWI KOLAKA, Armin Arsyad kepada salah satu peserta orientasi dari kota Baubau, Foto : Yuhandri Hardiman

 

Bupati Kolaka: Pers Mata Bangsa, Bisa Jadikan Kolaka Gelap Atau Terang

KOLAKA, TRIBUNBUTON.COM

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kolaka menggelar orientasi kewartawanan bertema “Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Kolaka Mendukung Pengembangan SDM Pers yang Profesional”. Kegiatan dibuka oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safei, Senin 17 November 2020.

Pengurus PWI Sultra, PWI Kolaka dan PWI Baubau berpose dengan Bupati dan Kapolres Kolaka usai kegiatan orientasi kewartawanan. FOTO: TRI BINTANG SALIKI/TRIBUNBUTON.COM

Ketua PWI Sultra, Sarjono, dalam sambutannya, mengatakan orientasi kewartawanan merupakan konsekuensi dari seorang wartawan untuk menuju profesional. Terdapat beberapa yang mesti menjadi pedoman seorang wartawan yang berniat atau bertekat menjadi wartawan profesional.

“Oleh karena itu bukan bicara penting dan tidak penting soal orientasi ini, tapi menjadi kebutuhan apabila seseorang mau menjadi wartawan yang profesional,” jelasnya.

Seorang wartawan perlu mengetahui bahwa wartawan harus meleburkan diri (masuk, red) dalam organisasi profesi. Karena pada undang-undang pers dengan jelas dikatakan bahwa seseorang memiliki kesempatan yang sama untuk memilih organisasi, baik PWI, AJI, IJTI dan yang lainnya.

Selain itu, perusahaan-perusahaan pers menjadi elemen penting untuk mendukung pemerintah dan organisasi profesi untuk mengarahkan wartawan bekerja profesional. Ada standarisasi perusahaan pers yang digariskan oleh dewan pers.

Artikel Menarik Lainnya :  UNBK SEBENTAR LAGI, SMKN 1 KENDARI LAKUKAN SIMULASI

“Lalu itu yang menjadi pedoman kita lalu akan menjadi pertanyaan apabila ada perusahaan pers yang didirikan oleh para pelaku usaha pers tapi tidak memenuhi standarisasi perusahaan pers sebagaimana yang digariskan oleh dewan pers, termasuk wartawan yang bekerja pada perusahaan pers yang tidak memenuhi standar perusahaan pers, kita mau disebut apa?” kata Sarjono.

PWI secara organisasi dan personal menyampaikan penghargaan, terimakasih yang luar biasa kepada pemerintah Kabupaten Kolaka, DPRD dan seluruh elemen Kabupaten Kolaka atas perhatian dan dukungannya kepada masyarakat pers. Sarjono yakin kalau tanpa dukungan pemerintah daerah masyarakat pers tidak berarti apa-apa.

“Walau ada istilah bahwa pena lebih tajam dari peluru, sebetulnya bukan peluru yang menembus badan atau tembok, tapi pers ini bisa membentuk opini, yang hitam bisa jadi putih, yang putih bisa jadi hitam jadi tinggal kita pilih, kita mau selamat semua karna ulah pers atau kita mau selamat semua karna ulah pers,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  GERAKAN PEREMPUAN SULTRA FIGHT COVID19 BANTU TENAGA MEDIS

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kolaka, Ketua DPRD Kabupaten Kolaka, Ketua PWI sultra, Ketua PWI Kolaka disertai beberapa media partner seperti Wonua News, Jungpadang Expres, BUTONPOS,Kolaka Pos, Zona Sultra, ANTARANEWS, Topik Sultra, Sultra Kini disertai bebrapa media lainnya.

Ketua PWI Kolaka, Armin Arsyad, menjelaskan sejatinya orientasi kewartawanan diselenggarakan pada April 2020. Namun karena Covid 19 baru bisa dilaksanakan saat ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Bupati Kolaka, Ahmad Safei, dalam sambutannya mengatakan pers adalah mitra pemerintah dalam hal ini Pemda Kolaka untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. Oleh karena itu pers juga harus jadi solusi dan mata bangsa.

“Media bisa menadikan Kolaka gelap dan bisa juga menjadikan terang-benderang,” ujarnya. (p3)

Komentar Anda