RIDWAN ZAKARIAH BERTEKAD BANGUN BUTUR SECARA TOTAL

1382
Ridwan Zakariah, Calon Bupati Butur Periode 2021-2026. FOTO: ASMAN/TRIBUNBUTON.COM

Di Masanya, Butur Keluar Dari Kabupaten Tertinggal

BUTUR, TRIBUNBUTON.COM

Melihat masalah sosial baik dari sisi kesejahteraan, kemiskinan, dan pengangguran, Ridwan Zakariah, bertekad membangun Buton Utara (Butur) secara total. Ini alasan RZ kembali masuk jadi kontestan Pilkada untuk memenangkan Pilkada 9 Desember 2020.

Bupati Butur periode 2011-2016 ini menegaskan totalitas pemerataan pembangunan terus dilakukan untuk rakyat jika menang pada kontestasi politik 9 Desember 2020 mendatang. Pembangunan ekonomi akan terus dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan sehingga berakibat positif pada masyarakat.

“Pemerataan pembangunan di bidang infrastruktur, sektor ekonomi kerakyatan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pekerjaan rumah saya dengan Pak Ahali. Kami bertekad menjadikan Butur Kota berkembang dan maju. Meletakkan pondasi kemajuan di masa akan datang seperti Kota Baubau dan Kolaka,” kata Ridwan Zakariah, saat kampanye di Desa Ulunambo, Sabtu 3 Oktober 2020.

Dasar-dasar pembangunan akan terlaksana manakala masyarakat bersama dan bersatu memenangkan pertarungan politik 9 Desember nanti. Butur maju pesat dan berkembang di masa pemerintahan Ridwan Zakariah 2010 yang lalu, karena memiliki segudang prestasi sehingga menjadi daerah maju bukan lagi dalam kategori daerah tertinggal seperti Kabupaten Muna.

“Abu hasan selalu menyalahkan pemerintahan sebelumnya telah mengeluarkan Buton Utara dari kategori daerah tertinggal. Dari 37 daerah pemekaran kabupaten di Indonesia saat itu, Buton Utara masuk dalam 8 besar daerah maju saat saya menjadi bupati beberapa tahun yang lalu. Saya bekerja hanya 3,5 tahun dan memiliki reputasi terbaik di bidang pembangunan daerah otonom baru,” jelasnya.

Minimnya anggaran bukan salah satu alasan pemerintah daerah tidak mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. Pengembangan SDM, peningkatan mutu kesehatan, pendidikan, peningkatan perdapan perkapita dan pembangunan infrastruktur menjadi indikator.

“Pemerintahan saat ini selalu menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang telah mengeluarkan Butur dari daerah tertinggal. Harusnya berterima kasih bukannya menyalahkan saya. Kok saya bisa membangun daerah secara totalitas dengan anggaran Rp 300 milyar lebih, sementara pemerintahan saat ini mendapat anggaran kurang lebih 700 milyar tapi tidak bisa membangun daerah dengan baik,,” tutur Ridwan.

Menurutnya, Butur keluar dari daerah tertinggal merupakan suatu reputasi yang sangat luar biasa. Kabupaten Muna merupakan ibu dari Buton Utara masih dalam kategori daerah tertinggal sampai saat ini. Hal tersebut merupakan bukti totalitas dan niat tulus membangun “Tanah Liputinadeakono Sara” ini,” tutur Ridwan. (m1)