PENJELASAN FIRMAN, VIDIO VIRAL HASIL EDITAN

1099
Firman Ndoloma saat konverensi pers di salah satu restoran di Kota Baubau. FOTO: Yuhandri Hardiman/tribunbuton.com

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM – Firman Ndoloma akhirnya mengklarifikasi vidio viral yang menyeret namanya dengan inisial FN. Vidio yang diunggah di grup FB Laporan Warga Baubau disebut editan menggabungkan beberapa gambar.

Firman Ndoloma, menjelaskan mereka saling berbisik karena ada hal privasi dan tidak ada adegan ciuman seperti yang diberitakan selama ini. Sebab ia dan Nur Aksa hanyalah hubungan pertemanan bukan kekasih.

“Kata ciuman yang disebutkan Ayu itu candaan,” jelasnya melalui konferensi pers, Selasa 22 September 2020.

Video tersebut terdiri dari tiga bagian, berdurasi 9 detik, 3 detik, dan 14 detik. Disatukan menjadi 23 detik. Ketiga video tersebut direkam di tempat yang sama, namun waktu yang berbeda.

Video berdurasi 9 dan 3 detik direkam oleh Ayunda pada 15 September 2020. Sementara video berdurasi 14 detik, kata Firman, merupakan intastory (video cerita di instagram, red) milik orang lain.

“Jadi video yang ada minuman keras itu, di situ saya pribadi tidak ada saya di situ. Dan Nur Aksa juga tidak ada ditempat itu. Intinya video itu di tempat yang sama dan waktu yang berbeda, yang ada botol minuman itu,” kata Firman.

Firman membantah kalau ada pesta miras di sana. Saat ditanyai minuman apa yang ia teguk saat itu sebagaimana ditampilkan dalam video, kata Firman, itu hanya jus.

Pertemuan itu bermula ketika Firman dan Nur Aksa bertemu di sebuah acara. Urai Firman, karena sudah lama tidak bersua maka mereka berinisiatif kumpul dan reunian.

Karena menghebohkan publik, Firman, secara pribadi memohon maaf kepada warga Kota Baubau. Dia tidak menyangka reuni sahabat yang dilakukan saat itu bakal viral dan membuat kegaduhan.

“Saya meminta maaf atas video yang sudah beredar. Yang mengatas namakan nama saya. Di sini saya mau meluruskan berita yang sudah dimuat di media,” ujarnya sesat sebelum menerangkan kronologi.

Setelah heboh video tersebut, Firman saat ini tengah berusaha membersihkan nama baiknya. Dia meminta media agar tidak terlalu jauh mengaitkan banyak persoalan, semisal mengaitkan kejadian itu dengan profesi sebagai Pewai Negri Sipil (PNS) dan juga almamaternya. “Karena saya di sini di luar jam kantor, menghadiri pertemuan di rumah teman saya, dan tidak memakai baju dinas, tidak membawa embel-embal itu semua,” terang dia kepada wartawan. (p4)