TIM PEMENANGAN HALO MINTA APARAT PENEGAK HUKUM TERTIBKAN AKUN SOSMED PENEBAR UJARAN KEBENCIAN

2012
Tim pemenangan Paslon Halo usai konferensi pers. FOTO Duriani

WAKATOBI, TRIBUN BUTON (Duriani)

Tim pemenangan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi yang diusung Partai Golkar dan koalisi meminta aparat penegak hukum segera menertibkan akun-akun palsu di sosial media.

Tim pemenangan Paslon dengan tagline Halo (H Arhawi – H Hardin La Omo) tersebut, menilai banyak akun palsu selama proses Pilbup Wakatobi 2020 berjalan terkesan provokatif dan menebar ujaran kebencian.

Diantaranya, terdapat akun di sosial media (Facebook) dengan menggunakan simpul Paslon Halo lalu mencaption dengan kalimat yang kurang elegan. Dan dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif di masyarakat.

“Tim pemenangan Halo menegaskan bahwa akun “Wakatobi Bersinar” di FB bukan akun tim pemenangan Paslon Halo. Kami minta aparat penegak hukum untuk menertibkan akun-akun palsu dimaksud,” tegas Muhammad Ali, Ketua Tim Pemenangan Halo saat konferensi pers di sekretariat P-Golkar Wakatobi, Sabtu (29/8/2020).

Selain meminta ketegasan aparat penegak hukum, Muhammad Ali, juga meminta masyarakat tetap tenang atas tindakan provokasi dan ujaran kebencian yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Menurut Ali Tembo sapaan Muhammad Ali, masyarakat Wakatobi berasal dari satu kultur budaya. Sehingga selama tahapan Pilbup diharapkan hubungan kekeluargaan tetap terjaga.

“Kami minta agar masyarakat Wakatobi terkhusus simpatisan Paslon Halo untuk tetap tenang atas tindakan provokasi dan ujaran kebencian yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab,” harap Muhammad Ali.

Kata Muhammad Ali, tim pemenangan Paslon Halo dalam melakukan kerja-kerja politik senantiasa mengedepankan kerja ikhlas yang bernilai ibadah demi kesejahteraan seluruh masyarakat Wakatobi.

“Tim dalam bekerja selalu ikhlas agar bernilai ibadah untuk kemaslahatan warga. Tim Halo bekerja secara elegan dan harus saling menghargai sesama kawan dan lawan. Itulah kode etik tim pemenangan Halo. Postingan provokatif di sosmed tentu merugikan kami. Karena terkesan tidak satu kata dengan perbuatan,” terang Muhammad Ali.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Wakatobi, Moane Sabara, selaku parpol koalisi sangat menyesalkan atas tindakan menyebar isu negatif yang dilakukan akun-akun palsu. Jelang pesta demokrasi, Moane Sabara, mengatakan seharusnya muncul kedewasaan dalam merangku simpatisan.

“Akun Wakatobi bersinar dan akun palsu lainnya, kami sesalkan atas tindakan menyebarkan isu negatif. Marilah kita mengajak masyarakat untuk mengawal demokrasi damai,” pinta Moane Sabara.

Hal senada disampaikan politisi P-Golkar, Arman Alini. Menurutnya, pesta demokrasi jangan dimanfaatkan dengan saling menghujat. “Marilah saling memberi informasi yang menyejukkan. Kita harus hindari perdebatan maupun ujaran kebencian,” Arman Alini, menambahkan.

Sementara itu Sekretaris DPD II Golkar Wakatobi, Salih Hanan, mengatakan pihaknya akan mendiskusikan persoalan itu agar ada titik terang. “Terkait kampanye hitam, kita akan diskusikan apakah harus ada upaya hukum atau seperti apa. Saat ini kita sedang mengidentifikasi seluruh akun palsu,” tutup Salih Hanan. (*)