KASUS KONI, POLRES BUTON BELUM FOKUS KE BUPATI DAN SEKDA

2052
Kiri: Ketua KPK Buton Mursid, Kanan: Kapolres Buton, AKBP Adi Benny Cahyono. FOTO:ILWAN/TRIBUNBUTON.COM

BUTON, TRIBUNBUTON.COM

Koalisi Pemuda Kepulauan (KPK) Buton menduga adanya permainan pada kasus Koni tahun 2018. Pasalnya Polres Buton belum memeriksa Bupati Buton dan Sekda Buton yang diduga terlibat kasus KONI.

Ketua KPK, Mursid, menjelaskan adanya dugaan kongkalikong dalam proses penegakan hukum di wilaya Polres Buton. Kata dia dalam sistem adiministrasi pemerintahan, tidak mungkin sekelas staf melalukan tanpa ada perintah dari atasan dalam hal ini ketua KONI.

“Yang menjadi problem dalam kasus ini, setalah ada penetapan tersangka. Tiba-tiba Bupati Buton selaku ketua koni melakukan pengunduran diri,

Dengan demikian kata dia, cukup jelas bukan hanya staf kebawah yang diproses hukum. Harusnya Bupati Buton selaku ketua harus ikut diperiksa dalam kasus tersebut, sebagaimna hukum yang berlaku dalam negara ini.

Lanjut dia, ada unsur dugaan keterlibatan dengan Sekda Buton sangat besar. Karena ada surat pernyataan yg ditandatangan di atas materai 6000 ribu dari lembaga external agar kasus ini tidak lagi diproses secara baik secara gerakan maupun secara hukum.

“Saya selaku Ketua KPK Buton meminta dengan tegas kepada Kapolres Buton agar dapat memeriksa Bupati Buton dan Sekda dalam pernyataan itu. Bupati Buton selaku Ketua KONI pada tahun 2018 lalu hingga sampai pada pengunduran diri dari Ketua KONI”, jelasnya.

Menanggapi hal itu Kapolres Buton, AKBP Adi Benny Cahyono, menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih fokus dengann tiga tersangka yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum. Yang mengakibatkan kerugian negara sebesar RP 500.114.000 sebagaimana hasil audit BPKP.

Saat Wartawan TRIBUN BUTON (tribunbuton.com) menayakan apakah ada pemeriksaan ketua KONI atau bagaimana? Jawab Kapolres Buton, tunggu saja hasil pemeriksaan dari tiga tersangka.

“Kita tidak bisa berandai-andai atau berspekulasi. Kalo Ketua Umum sudah pernah juga diperiksa tahun 2019 terkait kasus ini, jadi sejauh ini hasil pemeriksaan baru mengarah kepada tiga tersangka tadi”, terangnya.

Menurut dia, kalau ada indikasi keterlibatan pasti dikembangkan.

Sementara itu Bupati Buton ketika dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya mlaluo Whatsap tidak ada respon. Sekda Buton, M Zilfar Djafar, sedang berada di luar daerah. Upaya konfirmasi ke ajudan lewat telepon sedang di luar service area. (Cr1)