TIGA ASPEK KONSENTRASI PARIWISATA BAUBAU

757
Drs Ali Arham MSi

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM

Berbicara progres, ada tiga aspek perhatian Dinas Pariwisata Kota Baubau. Di antaranya pengembangan infrastruktur, promosi, dan ekonomi kreatif.

Kadis Pariwisata Kota Baubau, Drs Ali Arham MSi, menjelaskan dari aspek infrastruktur pihaknya sudah membangun sejumlah obyek wisata baru. Sedangkan dari segi promosi, Baubau masuk organisasi promosi Asia Pasific, Apeksi, dan Jaringan Kota Pusaka).

“Dalam rangka promosi memperkenalkan darah,” kata Ali Arham ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Sementara pada aspek ekonomi kreatif, Dinas Pariwisata Kota Baubau memanfaatkan ekonomi masyarakat dengan melihat sisi kreatifitasnya. Misalnya memberikan penguatan modal dan peningkatan SDM untuk mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif.

Ditanya soal obyek wisata yang paling top saat ini di Kota Baubau, Ali Arham menyebutkan masih dipegang oleh Benteng Wolio Keraton Kesultanan Buton. Obyek wisata lainnya juga tidak kalah seperti Pantai Nirwana, Batu Sori, dan Hutan Pinus Samparona.

“Benteng Keraton Buton masih menjadi salah satu andalan di sektor pariwisata Kota Baubau,” ujarnya.

Hanya saja perlu dipahami selain sebagai obyek wisata, kawasan benteng keraton juga sebagai tempat pemukiman warga. Menurut dia tentu perlu ditata kembali dengan dilimpahkan ke Dinas PU, misalnya penataan jalan akses masuk dsb.

Dalam pengembangan obyek wisata Kota Baubau, pihaknya memanfaatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana pusat. Dengan demikian daerah tidak terbebani.

Menurut dia, pembamguna Batu Sori masih kurang dan ini butuh kerja sama antara pihak yang berkaitan. Misalnya Samparona berada di bawah kehutanan makanya perlu kerjasama.

“Kesepatan kami akan perluas areal di semua titik areal permainan/wahana, area kesegaran yang belum disentuh,” kata Ali Arham.

Di Batu Sori, akan dibangun lapak-lapak ekonomi kreatif, parkiran, wahana permainan, masjid/mushallah dan panggung.

Meski demikian, pariwisata Baubau juga memiliki tantangan. Misalnya masyarakat banyak yang sudah paham tetapi masih lebih banyak yang belum memahami pariwisata. Sehingga pembangunan obyek wisata ada sebagian yang menilai sebagai ego untuk pencitraan saja.

“Padahal itu dibangun untuk masyarakat yang pada akhirnya juga dinikmati dan di kelola pihak ketiga atau asosisasi. Tidak ada kemajuan kalau tidak ada tantangan,” ujarnya.

Terkait ini kata Ali Arham perlu penyadaran wisata melalui sosialisasi atau pelatihan. Untuk itu ia berharap Kota Baubau bisa lebih dikenal lagi secara nasional dan global.

Baubau merupakan kota yang lengkap pariwisatanya baik di darat maupun di laut. Misalnya Benteng Keraton Buton, Hutan Pinus Samparona, Pantai Nirwana, Batu Sori, Gua Lakasa, dan masih banyak lagi.

“Ini harus dikelola dengan baik secara bersama-sama, tidak mungkin dikerja sendiri semua,” ujar Kadis Pariwisata Kota Baubau ini. (yhd)