BAWASLU WAKATOBI PROSES LAPORAN DUGAAN KEBERPIHAKAN SEJUMLAH ASN Di PILBUP WAKATOBI 2020

625
La Ode Arifin

WAKATOBI, TRIBUN BUTON (Duriani)

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara resmi presure laporan masyarakat terkait dugaan keterlibatan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Pilbup Wakatobi 9 Desember 2020 memdatang.

Diantaranya, laporan masyarakat Kecamatan Tomia Timur bulan April 2020 lalu terhadap keberadaan ratusan karung beras di aula Kecamatan Tomia Timur yang diduga titipan salah satu partai politik (parpol).

Ketua Bawaslu Wakatobi, La Ode Arifin menyebut laporan tersebut telah diproses pihaknya atas dugaan keberpihakan Camat Tomia Timur terhadap parpol tertentu. Camat Tomia Timur, La Ode Usra sendiri sudah mengklarifikasi hal itu.

“Kita sudah selesai pemeriksaan dan berkasnya sudah dikirim. Kita hanya rekomendasikan saja ke KASN terkait netralitas pak Camat Tomia Timur sebagai ASN,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kakanwil Kemenag Sultra Buka MGMP Wakatobi

Kendati tidak menemukan beras berlogo parpol di aula Kantor Camat Tomia Timur, Arifin mengaku pihaknya telah melakukan penelusuran ke Camat Tomia Timur hingga Kantor Camat Tomia Timur.

“Untuk kesimpulan kita, yang bisa kita tangani adalah terkait ASN nya. Ini kejadiannya saat penyaluran bantuan covid bulan April lalu dan waktu itu tahapan masih ditunda,” bebernya.

Sementara itu, Camat Tomia Timur, La Ode Usra membantah jika dirinya melakukan keberpihakan terhadap salah satu parpol. Ia memang membenarkan jika ada beras yang dititip di aula Kantor Camat Tomia Tomur. Namun tidak berlogo parpol. Ia juga telah melakukan klarifikasi terkait hal itu di Bawaslu Wakatobi.

“Waktu itu memang Pak Bupati yang hubungi saya selaku camat untuk dicarikan beras karung lima kilo. Rencana beliau mau membantu masyarakat kita. Kami diminta cek penjual beras karena butuh lima ton. Nah, saya langsung arahkan staf untuk turun langsung mengecek di pasar,” terangnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemda Wakatobi Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Konawe

Rupanya beras tersebut juga baru di pesan dari Kota Baubau. Setelah beras yang diangkut dari salah satu kapal penumpang dan tiba di pulau Tomia, pihak penjual kebingungan. Mengingat penjual beras kata Usra tidak punya gudang dan menghubungi dirinya. Akhirnya ia arahkan staf untuk membawa beras tersebut ke aula.

“Karena pikiran saya ini arahan Bupati bukan Ketua DPD Golkar. Nah, beras itu juga tidak punya lambang parpol, ini yang perlu saya klarifikasi,” tegas mantan Kabag Kesar, Setda Wakatobi ini. (*)

Komentar Anda