Jangan berdoa jika kamu dalam keadaan panik, karena kamu akan memaksa tuhan menuruti kehendakmu, dan engkau akan kecewa bila realita tidak sesuai doamu.. Bila engkau bertanya pada pedagang ayat2 tuhan, maka mereka akan berkata sabarlah karena doamu pasti dikabulkan tapi bukan saat ini..
Dan jika kamu bertanya kapan, maka mereka juga tidak tau, namun mereka menutup ketidaktauan mereka dg kalimat penghibur : jika doamu tidak dikabulkan didunia, maka nanti akan diberikan di akhirat.
Kamupun mangut dalam kebingungan karena kamu butuh saat ini, bukan nanti apalagi kelak di akhirat..
Ada ungkapan menarik dikalangan trader saham atau indece atau forexchange, berdoalah sebelum engkau memasuki market agar lebih rilex, namun jangan pernah berdoa bila kamu sudah on market, apapun doamu tidak akan relevan, karena semua pergerakan grafik harga mengikuti hukum pasar, bukan mengikuti doamu.
Kamu tidak akan melihat para trader wallstreet atau Nikkei atau hangseng berdoa ketika candle stick bergerak berlawanan dg estimasi mereka, yg mereka lakukan adalah sangat logik, yakni menyadari bahwa keputusan mereka salah lalu dg ikhlas mereka cut loss dan urusannya selesai.
Lalu apa sebenarnya doa ?
Doa adalah rangkaian energy yg membentuk sebuah harapan akan sebuah kondisi yg akan datang, doa adalah vibrasi keinginan yang disuarakan melalui batin atau lantunan bibir.
Dan doa adalah sebuah ekspresi penderitaan jiwamu manakala esensi doamu tidak lebih dari sebatas keinginan yang tiada berkesudahan.
Hal yg terbaik untuk memahami doa adalah dengan berhenti berdoa untuk diri sendiri.. Tapi berdoalah untuk orang lain, karena disana engkau memahami pancaran energi cinta dari dalam jiwamu bersemi untuk semesta..
Olehnya..
Berdoalah buat tetangga dan sahabatmu, buat pemimpinmu, buat guru2 kehidupanmu.
Dan spesial doa buat para prajurit covid-19 yg bertarung 24 jam disemua rumah sakit dunia.
Salam jumat berkah dari kota Pahlawan
(Copas Postingan ~Yusuf Daudikov dalam Grup Whatsap IVLP)