KM LAMBELU SANDAR, KETUA DPRD BAUBAU MINTA PERKETAT PELABUHAN

715
H Zahari SE

BAUBAU, TRIBUN BUTON (M.S.A)

Tanggapi berita kedatangan KM Lambelu yang direncanakan sandar 6 April 2020, Ketua DPRD Baubau, H Zahari SE, meminta Pelabuhan Murhum lebih diperketat. Kapal PELNI KM Lambelu sempat memuat penumpang positif Covid-19 di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara)

Meskipun tidak turun di Pelabuhan Baubau namun perlu untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Ketua DPRD Baubau menyarankan agar Gugus depan Covid-19 Kota Baubau berkordinasi dengan KKP Pelabuhan Kota Baubau lebih ketat untuk melakukan pencegahan sesuai protap.

Ketua DPRD Baubau, H Zahari, menjelaskan usai melakukan konfirmasi kepada Pihak Pelni dan gugus depan Covid-19 Kota Baubau, terkait isu adanya penumpang positif Covid-19 benar adanya. Dia juga menjelaskan, pada 25 Maret 2020 kemarin KM Lambelu berangkat dari Pelabuhan Makassar menuju Nunukan dan tiba pada 28 Maret 2020.

“Infonya tanggal 01 April 2020 kemarin dia kembali operasi. Kalau sesuai jadwal berarti tiba tanggal 06 April besok di Baubau”, tuturnya ketika dihubungi melalui via telepon selulernya Minggu 05 April 2020.

Dia menambahkan, meskipun kapal sudah dilakukan penyemprotan. Namun menurut dia penyebaran virus yang berasal dari negeri Wuhan Cina ini, bisa terjadi melalui pergerakan manusia dan terkadang tidak menimbulkan gejala terhadap orang yang sudah terinfeksi Covid-19. Selain penumpang, petugas TKBM juga perlu di awasi.

Karena menurut dia tenaga TKBM pelabuhan melakukan aktifitas bongkar muat dan berinteraksi langsung dengan para penumpang. “Ini yang perlu kita antisipasi dan menjadi perhatian, kita harus melakukan protap yang ketat jangan sampai kecolongan lagi”, terangnya.

Lanjut pria yang akrab di sapa H Boby ini menjelaskan, meskipun sudah ada wacana untuk meniadakan aktifitas kapal Pelni di pelabuhan Kota Baubau namun hal ini kembali pada Kementrian dan tidak bisa serta merta melakukan sendiri. Dia berharap agar menunda rencana mudik ke kampung halaman sesuai himbauan pemerintah pusat.

Bagi penumpang yang bukan beridentitas Kota Baubau dan sekitarnya untuk tetap berada di atas kapal dahulu sembari menunjukan identitas bahwa mereka memang orang Baubau mengingat Kota Baubau merupakan daerah transit persinggahan kapal.

“Selalu ingat sosial distancing atau menjaga jarak salah satu cara menangani penyebaran dan memutuskan rantai virus Corona atau Covid-19 serta tidak mudah percaya dengan berita-berita yang bukan dari narasumber berkompeten”, tutupnya.(#)