PENDIDIKAN TRILOGI V IMM FEB UNISMUH MAKASSAR DIMULAI DENGAN DIALOG

241
Dari kiri: Rizaldi (Sekretaris Bidang SBO), Rian Saputra (Ketua Bidang Hikma), Nasrulah SE MM (Sekjur Manajemen), Dr Andi Rustam SE MM Ak CA CPA (Ketua Prodi D 3 Perpajakan), Faidhul Adziem SE MSi (Wakil Dekan 2), Asdar SE MM (Sekjur Ekonomi Pembangunan), Agus Ramadani (Ketum Pikom IMM FEB), dan Arya Azhary (Kabid SBO). FOTO:IST/TRIBUNBUTON.COM
  • Ketum Pikom IMM FEB Sayangkan Banyak Pimpinan Fakultas Tidak Berkenan Hadir

MAKASSAR, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Pimpinan Komisariat (Pikom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan mengadakan Pendidikan Trilogi sebagai wadah Internalisasi Nilai Spritual, Intelektual dan Humanitas selama tiga hari, Jumat 6 Maret – Minggu 8 Maret 2020. Kegiatan dibuka dengan dialog interaktif bertajuk “Menakar Kinerja dan Membangun Sinergitas Untuk FEB Berkemajuan”, Kamis 5 Maret 2020.

Ketua Bidang Hikmah Pikom IMM FEB, Mawan Rian Saputra, menjelaskan dialog interaktif kiranya dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan mahasiswa baik secara akademik maupun kelembagaan. Dialog interaktif kata dia, menjadi forum evaluasi kinerja pimpinan fakultas.

Artikel Menarik Lainnya :  Diskusi IWO Sorong Raya di Parapara: Belajar dari Peristiwa Banjir Bandang Sentani Papua

“Sebagai transparansi kepada mahasiswa itu sendiri sehingga tidak ada dusta di antara kita,” ujar Mawan, via rilis.

Wakil Dekan II FEB, Faidhul Adziem SE MSi, menilai dialog interaktif bisa menjalin hubungan baik antara mahasiswa dan pimpinan fakultas. Dialog interaktif seperti ini sangat bagus dan menjadi alternatif untuk berdiskusi bersama mahasiswa sehingga pimpinan dan pihak fakultas bisa bersinergi.

Artikel Menarik Lainnya :  MENTERI PMK: KUNCI KEBUDAYAAN ADALAH TOLERANSI

Pendidikan trilogi adalah upaya untuk meningngkatkan kepemimpinan kader. Sedangkan dialog interaktif digelar bersama pimpinan FEB Unismuh Makassar, berlangsung pukul 13.00 – 16.00 Wita.

Ketum Pikom IMM FEB, Agus Ramadani, menyayangkan proses pelaksanaan pembukaan dan dialog tidak sesuai harapan awal. Menurut dia, masih ada beberapa pimpinan fakultas yang tidak berkenan hadir.

“Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah Memasifkan pengawasan terhadap pimpinan fakultas sehingga bisa lebih masif mengawal isu-su ataupun berbagai kebijakan yang berlaku di fakultas ataupun yang akan di berlakukan,” tutupnya.(*)

Komentar Anda