PISAU BINONGKO SANGAT DISUKAI, INI PENJELASANNYA

3437
Begini model pisau dapur jenis pisau Binongko. Perlengkapan dapur ini banyak dijual di Jembatan Batu, Kota Baubau. FOTO: PUTRA/TRIBUNBUTON.COM

BAUBAU, TRIBUN BUTON, MSa

Untuk mengolah bahan makanan di dapur kita memerlukan satu alat penting yang harus berada di dapur yakni sebuah pisau dapur. Pisau Binongko menjadi salah satu rekomendasi untuk pisau dapur, karena bahannya teruji, tajam, nyaman di tangan, berkualitas serta tahan lama.

Budi salah satu pedagang pisau di Jembatan Batu, menjelaskan berbagai bentuk dan jenis pisau yang ia jual. Dia mengaku pisau dapur jenis pisau Binongko lebih diminati warga Kota Baubau dan sekitarnya.

“Biasanya ada juga yang beli partai untuk dijual kembali. Kalau untuk jenis badik kemarin sudah habis terjual”, tuturnya.

Berbagai jenis pisau dan parang dijual di Jembatan Batu. Banyak jenis pisau dan parang, namun warga Baubau lebih berminat pada pisau dan parang Binongko. FOTO: PUTRA/TRIBUNBUTON.COM

Pisau Binongko merupakan hasil kerajinan masyarakat lokal di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pisau dapur jenis pisau Binongko rata-rata didatangkan dari Binongko dan sangat diminati ibu rumah tangga di Kota Baubau dan Sekitarnya. Semua pisau Binongko dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan terampil dari salah satu daerah yang dulu dikenal dengan sebutan Kepulauan Tukang Besi itu.

Pisau Binongko jualan Budi, dibandrol dengan harga terjangkau dan bervariasi. Pisau Binongko miliknya dijual mulai dari Rp 25 ribu, tergantung jenis dan ukuran.

Jenis pisau dapur yang satu ini warga lokal menyebutnya dengan nama pisau Binongko. “Walaupun jarang diasah, pisau Binongko tetap tajam beda dengan pisau-pisau jenis lain”, tutupnya.

Mama Adit, salah satu masyarakat Kota Baubau, ditemui di area Jembatan Batu, mengatakan terakhir ia membeli pisau Binongko satu tahun lalu. Pisau Binongko menurut dia tajam, berkualitas, dan tahan lama.

“Sudah lama saya beli sekitar setahun lalu, sampai sekarang belum pernah diasah tapi masih tajam”, ringkasnya.(#)