SISWA SMAN 2 BAUBAU PRAKTEKKAN PO5

422
Muhammad Radi MPd

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, (Bintang Saliki)

SMAN 2 Baubau sudah menerapkan budaya PO5 kepada anak didik sejak tahun 2017. Bahkan didoakan di setiap upacara agar Po5 bisa terimplentasi dengan baik.

Kepala SMAN 2 Baubau, Muhammad Radi MPd, menjelaskan pada dasarnya siswa telah mempraktekan nilai-nilai PO5. Namun Po5 tetap perlu disosialisasikan secara terus-menerus agar para siswa tidak lupa.

“Para siswa pun menerima dengan baik akan nilai tersebut yang pada awalnya adalah Sara Pataanguna yang telah disosialisasikan kepada para siswa tentang bagaimana kehidupan bermasyarakat, agama, dan sosial,” jelas Radi, ditemui di ruang kerjanya, Senin 24 Februari 2020.

Po5 adalah kristalisasi sarapataanguna yang terdiri dari pomaamasiaka, popiapiara, pomaemaeayaka, poangka-angkataka, dan pobinci-binciki kuli. Selain itu, pihak sekolah juga mengadakan extrakulikuler setiap hari Jumat wajib menggunakan bahasa Wolio.

Artikel Menarik Lainnya :  TIGA BENGKEL PRES BAN  D`QLOST  DI GAWANGI TIGA BERSAUDARA

Lanjut Radi, implementasi Po5 dalam kehidupan sehari-hari anak didiknya berupa senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Hal ini kata Radi, termuat dalam salah satu nilai Po5.

Sejauh ini tidak ada kendala dalam penerapan pesan-pesan Po5 di SMAN 2 Baubau. Karena kata dia, pesan itu disampaikan berkali-kali bahkan diingatkan secara terus-menerus.

Dengan demikian, anak didik SMAN 2 Baubau tidak lalai dalam implementasi pesan-pesan leluhur. Jika perlu setiap minggu para guru mensosialisasikan tentang kebaikan yang ada pada PO5 dan tetap sejalan dengan program-program yang ada di SMAN 2 Baubau.

Artikel Menarik Lainnya :  AS TAMRIN MABICAP GERAKAN PRAMUKA BAUBAU

Radi berharap semua lapisan masyarakat Kota Baubau bisa menerapkan PO5 yang menurut dia bisa diimplementasikan secara universal bahkan Sulawesi Tenggara. Tapi pada khususnya penerapan Po5 harus dimulai dari siswa SD, SMP, dan SMA.

Dengan demikian nanti anak didik dapat tumbuh dengan sopan-santun, adat-istiadat yang mengikuti pesan-pesan PO5. Jika semua siswa menerapkan PO5 menurut Radi maka akan berkurang masalah kenakalan remaja dan lain sebagainya.

“Dan juga pentingnya contoh dari para pejabat, kepala sekolah, tokoh adat dapat memberikan contoh yang baik pada generasi muda penerus bangsa,” tutupnya.(#)

Komentar Anda