PARTAI GOLKAR WAKATOBI TIDAK MEMBUKA PENDAFTARAN BALON BUPATI

2328

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah partai politik (parpol) di Kabupaten Wakatobi disibukkan dengan berbagai aktivitas seperti pembukaan pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati . Sebagai pra syarat sejumlah parpol mengusung kandidat dalam kontestasi Pilkada serentak 27 November 2024.

Namun kesibukan sejumlah parpol dalam urusan administrasi tersebut, tidak berlaku di kepengurusan DPD II Partai Golongan Karya (Partai Golkar) Kabupaten Wakatobi.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wakatobi, H Arhawi, mengungkapkan jika dalam rapat internal dengan pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa waktu lalu. Pihaknya diberikan pilihan terkait penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati.

“Dalam rapat internal di DPD I Sultra 14 April 2024 lalu. Diputuskan bahwa setiap kabupaten/kota yang memiliki kader dan siap berkompetisi di Pilkada serentak 27 November 2024 dipersilahkan membuka pendaftaran,”

“Namun jika tidak membuka pendaftaran maka tetap juga tidak dipersoalkan. Tapi bagi kabupaten/kota yang tidak memiliki kader, maka diharuskan membuka pendaftaran,” ungkap H Arhawi, Rabu 24 April 2024.

Dikatakannya, karena di Wakatobi ada empat kandidat yang direkomendasi melalui hasil Musyawarah Daerah (Musda) untuk diusung menjadi balon Bupati. Maka DPD II Partai Golkar Wakatobi bukan menjadi keharusan untuk membuka pendaftaran.

“Jadi, Golkar Wakatobi bisa saja membuka pendaftaran dan bisa juga tidak. Pertimbangannya, ketika membuka pendaftaran dan ada figur mendaftar untuk siap tampil lalu tidak mendapat rekomendasi DPP. Tentu akan menimbulkan kekecewaan di figur tersebut. Pertimbangan itulah sehingga Golkar belum membuka pendaftaran hingga saat ini,” kata mantan Bupati Wakatobi periode 2016-2021 tersebut.

Ditanyai terkait kader Partai Golkar yang berpeluang mendapat rekomendasi DPP sebagai bakal calon Bupati. H Arhawi, menjelaskan dari empat kandidat awal hasil Musda. Saat ini mengerucut dan tersisa dua figur untuk mendapatkan rekomendasi DPP. Dua figur itu masih akan menunggu hasil survei internal Partai Golkar karena keduanya siap tampil sebagai Calon Bupati Wakatobi.

“Survei ini akan dilakukan secara bertahap. Sebelum DPP mengeluarkan rekomendasi maka harus dilakukan lagi survei akhir. Siapa pun yang direkomendasi berdasarkan hasil survei. Maka itulah keputusan Partai Golkar yang harus dipatuhi dan dihormati bersama,” pungkas H Arhawi. (Tribunbuton.com/adm)