KPLH KONAWE UTARA DUKUNG HUGUA JADI GUBERNUR SULTRA

2534

KONUT, TRIBUNBUTON.COM – Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang profesi di tujuh kabupaten dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Telah menyatakan kesiapan untuk mendukung Ir Hugua, maju pada Pemilihan Gubernur Sultra 27 November 2024 mendatang.

Terbaru, sejumlah masyarakat di Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang mengatas namakan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup (KPLH). Menyatakan dukungan untuk bakal calon Gubernur Sultra, Ir Hugua.

Komunitas Peduli Lingkungan Hidup di Konawe Utara itu berkomitmen untuk mensosialisasikan sosok Ir Hugua kepada masyarakat di Konawe Utara hingga resmi jadi Gubernur Sultra lima tahun kedepan.

Koordinator Komunitas Peduli Lingkungan Hidup Konawe Utara, Rahma Yutika, mengatakan komunitasnya siap mengantarkan Hugua jadi calon Gubernur hingga menjadi Gubernur Sultra.

Menurut Rahma Yutika, pertambangan di Konawe Utara nilai ekonominya hanya sementara. Jika sudah habis maka hanya akan menyisakan bongkahan saja. Tapi kalau pariwisata nilai ekinominya akan dirasakan oleh masyarakat secara jangka panjang dan tidak ada batasannya.

Rahma Yutika percaya, figur Ir Hugua adalah figur pemimpin yang tepat bagi Sulawesi Tenggara. Sebab Hugua sangat peduli lingkungan saat menjadi Bupati Wakatobi. Pak Hugua sukses meyakinkan lembaga dunia seperti Unisco dengan menjadikan Wakatobi sebagai cagar biosofer bumi Tahun 2012. Sehingga, Wakatobi mendunia, begitu pula sosok Hugua dikenal selalu vokal menyuarakan tata ruang di DPR RI.

Dikatakannya, Ir Hugua sejak lama sudah hadir di Konawe Utara. Bahkan jauh sebelum Konawe Utara mekar menjadi kabupaten baru.

“Cerita dari keluarga saya bahwa pada tahun 1992 (32 tahun lalu) melalui LSM Sintesa, Pak Hugua membangun sarana  air bersih dan sanitasi (SABS) di Lemobajo. Lalu berkembang ke Kawasan Landawe dan melalui LSM Bina Insani yang juga ia dirikan membangun sarana air bersih dan sanitasi desa di Sawa dan program pemberdayaan ekonomi rakyat melalui replikasi sistem grameen bank yang tersebar luas di konut,” kata Rahma Yutika.

Tenaga Ahli Hugua, Rudi Supriono, yang dikonfirmasi via telepon seluler whats App (WA) membenarkan program- program tersebut. Rudi Supriono, menjelaskan jika program SABS di Lemobajo dibiayai oleh Lembaga Donor dari Inggris dan program lainnya dari Jerman dan Jepang.

“Saat Pak Hugua menjadi aktifis LSM tentu sebelum menjadi Bupati Wakatobi. Beliau mendapatkan kepercayaan dari lembaga donor internasional sekitar 20 miliaran rupiah setahun yang disalurkan melalui beberapa LSM yang tersebar merata ke seluruh Sulawesi Tenggara,” Rudi Supriono, menambahkan. (Tribunbuton.com/adm)