MINIMALISIR KECELAKAAN LAUT, DISHUB WAKATOBI GELAR SOSIALISASI KESELAMATAN PELAYARAN

Ketgam: Dishub Wakatobi saat menggelar sosialisasi Keselamatan pelayaran di Aula Kantor Dishub Wakatobi. FOTO Duriani

 

WAKATOBI, TRIBUNBUTON.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Tahun 2022. Rabu 3 Agustus 2022.

Kepala Dishub Wakatobi, Drs Hariadin, mengungkapkan Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya adalah laut/perairan.

“Transportasi laut memegang peranan penting dan posisi strategis dalam memobilisasi manusia, barang dan jasa ke seluruh pelosok. Dengan tetap mempertimbangkan tingkat keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan berlaku,” ungkap Hariadin, usai kegiatan itu.

Demikian halnya di Kabupaten Wakatobi. Hariadin, menjelaskan jika Kabupaten Wakatobi merupakan gugusan kepulauan yang berjumlah 43 pulau. Diantaranya empat pulau besar berpenghuni

“Empat pulau besar dimaksud yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Untuk menjangkau empat pulau besar itu harus menggunakan moda transportasi laut,” kata Hariadin.

Kepala UPP Kelas III Wanci, Arman Saleh

Sosialisasi Keselamatan Pelayaran lanjut Hariadin, sangat penting. Mengingat beberapa tahun terakhir sering terjadi kecelakaan laut hingga menelan korban jiwa dan harta benda. Sehingga harus ada upaya meminimalisir hal itu dimasa mendatang.

Kadishub Wakatobi menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan itu meliputi antara lain mengedukasi dan membangun kesadaran operator angkutan laut betapa pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan di atas kapal.

Selain itu juga, meningkatkan kesadaran dan menanamkan budaya pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran pada masyarakat pengguna jasa angkutan laut.

Serta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengusaha dan awak angkutan tentang keselamatan pelayaran dalam jasa pelayanan angkutan pelayaran antar pulau.

“Dasar kegiatan ini yakni UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Kita berharap kegiatan ini dapat mendukung terciptanya keselamatan, ketertiban dan kelancaran sejak di pelabuhan hingga saat berlayar,” Hariadin, menjelaskan.

Di tempat yang sama Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Wanci, Arman Saleh, menuturkan urusan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Di dalamnya pihak kapal, penumpang dan pemerintah.

“Terkait keselamatan, kami juga secara periodik melakukan evaluasi terhadap penerapan standar keselamatan pelayaran. Dalam standar keselamatan ini meliputi kelayakan kapal termasuk juga alat bantu keselamatan,” ucap Arman Saleh.

Selama ini pula kata Arman Saleh, telah berjalan koordinasi antara pihaknya dengan Pemkab Wakatobi khususnya instansi terkait. Melaksanakan bentuk sosialisasi guna memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna.

Arman Saleh, menambahkan jika pihaknya senantiasa memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna agar setiap penumpang memastikan terjamin asuransi. Agar merasa nyaman ketika berada di atas kapal.

“Tentunya juga, pemilik atau nakhoda harus menyiapkan sarana yang layak, aman, nyaman untuk mengantar penumpang sampai tempat tujuan,” pinta Arman Saleh.

Dalam sosialisasi itu, Dishub Wakatobi mengundang berbagai unsur yang berkaitan dengan moda transportasi laut. Diantaranya pihak angkutan Pelra antar pulau, angkutan khusus (Pemda), pihak perusahaan pelayaran, perusahaan TKBM dan perwakilan masyarakat pengguna jasa.

Sedangkan narasumber terdiri dari Kadishub Wakatobi, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Wanci, Kela Satuan Polairud Polres Wakatobi serta Kepala Unit PT Jasa Raharja Cabang Wakatobi. (Tribunbuton.com/adm)