SERAHKAN KUNCI MOBIL, ALI MAZI: JAMIN KEBERLANGSUNGAN PENCEGAHAN STUNTING

Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, menyerahkan kunci mobil hylux untuk kendaraan mobile pencegahan stunting secara simbolis kepada Bupati Buton, Drs La Bakry MSi. FOTO:DISKOMINFO BUTON DAN PERSANDIAN/TRIBUNBUTON.COM

BUTON, TRIBUNBUTON.COM – Untuk menjamin keberlangsungan pencegahan stunting, perlu membangun komitmen dan konsesus dengan masyarakat. Hal ini seperti yang ditegaskan dalam UU No.36/2009 tentang kesehatan yang sejalan dengan strategi pembangunan Sultra periode 2018-2023 yaitu Gerakan Akselerasi Pembangunan Terpadu Wilayah Daratan dan Lautan (GARBARATA).

Gubernur Sultra H Ali Mazi SH, menyerahkan kunci mobil hylux untuk kendaraan mobile pencegahan stunting secara simbolis kepada Bupati Buton, Drs La Bakry MSi. FOTO:DISKOMINFO BUTON DAN PERSANDIAN/TRIBUNBUTON.COM

Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH, pada acara penyerahan kendaraan Dinas Operasional Rumah Cegah Stunting kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Selasa 16 November 2021, mengatakan kunci pencegahan dan penanggulangan stunting adalah pada 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga perhatian kepada ibu hamil melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif perlu terus diupayakan.

“Saya minta intervensi tidak hanya dilakukan oleh tim penanganan stunting tetapi dilaksanakan oleh semua sektor terkait sebab tingkat keberhasilan program dipengaruhi oleh sektor non kesehatan,” katanya. gubernur, saat menyerahkan satu unit mobil Toyota Hilux secara simbolis kepada Bupati Buton, Drs La Bakry MSi, dirilis dari laman FB Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton.

Gubernur Sultra, mengatakan prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun semakin menurun. Hal ini dapat dilihat dari hasil riset kesehatan dasar yang menunjukan penurunan dari tahun ke tahun.

“Hasil presentase prevalensi stunting dua tahun terakhir untuk Kabupaten Buton yakni tahun 2010 sebesar 26.5%, tahun 2020 sebesar 22.3 dan sampai bulan Oktober 2021 sebesar 22.7%,” kata Gubernur.

Menurut politisi Nasdem ini, salah satu kegiatan inovasi yang melibatkan masyarakat melalui pencegahan dan penanggulangan stunting di Sultra adalah Rumah Cegah Stunting (RCS). Hal ini merupakan implementasi pendekatan pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya kata orang No.1 di Sultra ini, dari hasil penilaian kinerja yang dilakukan untuk tahun 2020 dan 2021, Kabupaten Buton terpilih sebagai juara 1 dalam pelaksanaan penilaian kinerja Konvergensi Intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut pemerintah Prov Sulawesi Tenggara memberikan penghargaan berupa 1 unit mobil operasional.

Gubernur berpesan mobil tersebut bisa digunakan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mendukung kinerja petugas pelayanan kesehatan khususnya yang membidangi pencegahan dan penanganan stunting. Ia berharap kegiatan penanggulangan dan pencegahan stunting di daerah ini dapat terus dilakukan melalui berbagai inovasi daerah dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara bebas stunting.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Prov Sultra, Hj Usnia AMd Keb SKM, melaporkan tujuan penyerahan mobil operasional adalah sebagai bentuk penghargaan kepada Kabupaten Buton yang sudah 2 tahun berturut-turut meraih juara 1 penilaian kinerja konvergensi stunting pada tahun 2020 dan 2021. Selain itu, dalam pencatatan pelaporan e-PPGBM ( elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat) mencapai 90% dan ini entrian terbanyak dibanding Kabupaten yang ada di Wilayah Sulawesi Tenggara.

“Diharapkan Kabupaten Buton untuk meningkatkan kinerja dalam rangka penanggulangan stunting agar prevalensi stunting dapat diturunkan menjadi 14% sesuai target RPJMN dan RENSTRA Kemenkes” ungkapnya.

Inovasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dalam percepatan penurunan stunting adalah rumah cegah stunting yang terdiri dari beberapa kegiatan penunjang meliputi kegiatan unit pelayanan stunting, satuan cegah stunting, screening ibu hamil, pemantauan tumbuh anak balita, pemberian tablet darah remaja dan putri, serta pemberian makanan berbasis lokal. Rumah cegah stunting sudah terbentuk di Kabupaten Buton tepatnya di Kecamatan Siontapina, Puskesmas Kumbewaha,” tutur Usnia.

Turut hadir dalam acara ini Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Prov Sultra, Muhammad Ilyas Abibu SE, M.Dm, Kepala Kanwil Kemenag Prov Sultra H. Zainal Mustamin SAg MA, Plh Sekda Kab Buton Drs La Ode Muhidin Mahmud, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr Nazarudin Umar, dan Kepala OPD Lingkup Pemkab Buton. FOTO:DISKOMINFO DAN PERSANDIAN KABUPATEN BUTON/TRIBUNBUTON.COM

Komentar Anda