IMING-IMING SUBSCRIBE YOUTUBE, RATUSAN WARGA BUTENG TERTIPU

Salah satu screenshoot grup MDC Buteng. FOTO:ADI/TRIBUNBUTON.COM

BUTENG, TRIBUNBUTON.COM – Ratusan orang warga Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) tertipu aplikasi uang saku. Aplikasi tersebut menawarkan keuntungan ratusan ribu hingga jutaan rupiah hanya dengan mensubcribe akun channel youtube dengan syarat top up deposito sejumlah uang untuk menjadi anggotanya, Selasa 6 Juli 2021.

Pengalaman pahit pun harus dirasakan ratusan orang itu. Berharap bisa menghasilkan uang dengan cara mudah, malah kehilangan jutaan rupiah. Pasalnya, diketahui aplikasi tersebut telah ditutup oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama ratusan aplikasi teknologi finansial (Fintech) lainnya lantaran tak terdaftar secara resmi dan dianggap illegal.

Salah satu member Aplikasi MDC Marketing, Jamaluddin Al Rasyid, membenarkan bahwa ada ratusan orang warga Buton Tengah (Buteng) telah ditipu oleh iming-iming uang ratusan juta rupiah. Ironisnya lagi aplikasi tersebut sudah tidak bisa terbuka atau diblokir oleh pemerintah karena aplikasinya tidak terdaftar di OJK.

“Ada ratusan orang yang menjadi korban penipuan aplikasi Uang Saku MDC Marketing yang terlihat di group member anggota WhatsApp Buteng, Ironisnya aplikasi sudah tidak terbuka,” urainya.

Mendapati kenyataan itu, ratusan korban anggota uang saku tadi merasa kebingungan, lantaran mereka sudah menyetor sejumlah uang agar bisa menjadi member VIP aktif dalam aplikasi tersebut.

Untuk menindaklanjuti laporan dari korban-korban penipuan aplikasi Uang Saku, ia pun menyarankan agar kasus tersebut dilaporkan secara resmi ke pihak yang berwajib. “Kepada masyarakat yang telah tertipu untuk segera melapor ke polisi. Selain itu kami akan ke Diskominfo Buteng, untuk mempertanyakan terkait status penipuan aplikasi tersebut,” jelas Jamaluddin Al Rasyid.

Lanjutnya, ia menceritakan, banyak korban yang harus kehilangan ratusan ribu hingga jutaan rupiah atas penipuan ini. Aplikasi Uang Saku menawarkan anggotanya dengan variasi tingkatan, mulai dari anggota biasa VIP 1 hingga dengan VIP 9. Apabila ingin mendaftar menjadi VIP 1, anggota harus rela melakukan deposito uang sejumlah Rp200 ribu dengan pendapatan Rp8 ribu per hari hanya dengan like dan subscribe YouTube.

“Jikalau ingin mendapatkan Rp9 juta per harinya, anggota member diwajibkan melakukan deposit hingga Rp140 juta,” tuturnya.

Mendapati kasus tersebut, ia berharap masyarakat Buton Tengah agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan aplikasi teknologi finansial berskema ponzi. Terlebih maraknya kasus penipuan yang telah terjadi akibat aplikasi yang tidak terdaftar secara resmi.

“Kami berharap agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan bisnis menggunakan aplikasi,” tutupnya.(p5)

Komentar Anda