INILAH TANGGAPAN MODERATOR DEBAT PUBLIK CABUP/CAWABUP WAKATOBI 2020

2458
Moderator dan panelis debat publik Cabup dan Cawabup pose bersama Anggota KPU Wakatobi usai kegiatan. FOTO istimewah

WAKATOBI, TRIBUN BUTON

Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi Tahun 2020. Yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi, Minggu 22 November 2020 mendapat apresiasi dari tim panelis.

Apresiasi itu antara lain dari sang moderator debat publik yang juga menjabat dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, DR Muhammad Alifuddin MAg.

Muhammad Alifuddin, yang direkomendasi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi moderator Debat Publik Pilkada serentak di Kabupaten Wakatobi memberikan apresiasi terhadap kedua Paslon selama mengikuti serangkaian debat publik.

“Paslon nomor urut 1 maupun nomor urut 2 ini kan politisi. Tapi dalam menjawab pertanyaan tidak dalam perspektif politik. Kedua Paslon menjawab pertanyaan dalam bingkai data. Ini yang menarik saya lihat,” ungkap Muhammad Alifuddin, di Wangi-Wangi Sabtu (22/11/2020).

Kata Muhammad Alifuddin, kedua Paslon sangat memahami visi misinya. Sehingga dalam menjawab pertanyaan yang ditujukan tidak terlalu kesulitan.

“Pertanyaan itu kan sebagai upaya menggali lebih dalam visi misi kedua Paslon. Karena sebelumnya visi misinya telah diserahkan ke tim panelis untuk dibuatkan materi debat. Tapi kedua Paslon sangat memahami visi misi itu sehingga tidak terlalu sulit menjawab pertanyaan” katanya.

Dari sepuluh pertanyaan di enam segmen lanjut Muhammad Alifuddin, Tim pembuat materi debat berupaya memberikan pertanyaan seputar visi misi. Dengan tujuan agar jalannya debat publik tetap kondusif.

“Untungnya kedua Paslon peserta debat publik tidak ada politisasi pertanyaan, khususnya segmen saling bertanya. Itulah yang menarik saya lihat di Wakatobi. Bahkan Bapak Najib, salah seorang pembuat materi debat cukup apresiatif terhadap kedua Paslon,” pujinya.

Menurutnya, karena debat publik di Pilkada serentak tahun 2020 sedang dalam kondisi mewabahnya pandemi Covid-19. Maka pihak panelis memperkecil segmen saling bertanya kedua Paslon.

“Karena masih Covid-19, maka kita perkecil segmen saling tanya, karena akan menimbulkan riak. Kita lebih perbanyak porsi pendalaman visi misi,” paparnya.

Muhammad Alifuddin, menambahkan jika jalannya debat publik di Wakatobi sangat mengedukasi dan saling menghargai sesama Paslon. Dan kejadian itu sangat menarik bagi tim panelis.

“Menarik lagi, karena tidak ada saling menjatuhkan. Padahal awal-awal sebelum dimulai debat, terlihat tegang. Begitu debat berjalan, ketegangan itu hilang. Benar-benat kedua Paslon beradu visi misi dengan akal sehat,” tutup Muhammad Alifuddin.

Untuk diketahui, masing-masing Paslon mendapat porsi sepuluh pertanyaan dari moderator. Debat publik berjalan sebanyak enam segmen, namun disegmen ke enam diisi dengan saling bertanya. Setiap Paslon diberikan jatah satu pertanyaan untuk dijawab rivalnya. (Duriani)