RAPI DIPALANG KELOMPOK MASSA, DIDUGA KUBU LAWAN

1096
Iring-iringan RAPI dipalang menggunakan pohon di tenah jalan usai kesepakatan kampanye damai. FOTO: ARLAN/TRIBUNBUTON.COM

Kesepakatan Deklarasi Damai Tercoreng

MUNA, TRIBUNBUTON.COM – Iring-iringan Paslon LM Rajiun Tumada – H La Pili (RAPI) dan simpatisannya dipalang oleh sekelompok massa di jalan poros Gatot Subroto Raha – Tampo, usai kampanye di Desa Wakorumba, Kecamatan Batalaiworu, Senin 10 November 2020 sekira pukul 18.00 Wita. Pelaku diduga dari paslon lain dengan cara merebahkan pohon di jalan.

Surat kesepakatan deklarasi damai dan sehat di Pilkada Muna. FOTO:ARLAN/TRIBUNBUTON.COM

Kenyataan ini tidak sesuai dengan hasil deklarasi damai yang digelar pada 7 November 2020. Antara Kubu pasangan calon ( Paslon) LM Rusman Emba – Bachrun dengan berakronim Terbaik dan Kubu Paslon LM Rajiun Tumada – H La Pili yang berakronim RAPI, telah menandatangani kesepakatan penyelenggaraan Pilkada Aman, Damai ,Kondusif dan Sehat yang disaksikan oleh Kapolres Muna, Ketua KPUD Muna dan Ketua Bawaslu Muna.

Menanggapi hal itu Ketua Tim Pemenangan RAPI, Muhammad Aksa, menyatakan bahwa apa yang sudah disepakati di Polres Muna itu tidak dipatuhi. “Deklarasi damai itu sudah dilanggar oleh Pihak Sebelah,” tegasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  WARGA RAHA DIJAMBRET DI MURHUM

Hal serupa dikatakan Muharam Ketua Satgas RAPI yang ikut membubuhi tandatangan dalam Deklarasi Damai itu. Bahwa tidak semestinya hal itu terjadi, karena kita sudah bersepakat untuk menggelar Pilkada Damai.

“Bukan saja kita kedua kubu Paslon yang bersepakat, namun di situ ada Kepolisian dalam hal ini Polres Muna yang diberikan mandat oleh negara ini untuk profesional, juga harusnya turut andil menjalankan kesepakatan itubterutama Kepolisian,” ujarnya.

Kepolisian adalah institusi yang paling berkompeten dalam menjaga stabilitas kemanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Muna di masa Pilkada saat ini. “Jangan kami yang memiliki jadwal Kampanye kami juga yang mau di bubarkan. Merekalah yang seharusnya dibubarkan karena mereka yang menghadang kami di jalan poros nasional dan tidak memiliki jadwal kampanye,” tegas Muharam pada wartawan Muna, Selasa 11 November 2020.

Pihak RAPI atas kejadian yang menimpa pada Senin sore hingga malam komitmen tetap patuh dengan apa yang sudah disepakati di Polres Muna. Dia mengatakan tidak ingin ada perpecahan hanya karena berbeda pilihan.

Artikel Menarik Lainnya :  MENGEALNAL H. ARHAWI SE MM DAN H. HARDIN LA OMO SE (CALON BUPATI/WABUB WAKATOBI)

“Kami itu di Kubu RAPI sangat mengharapkan Pilkada Damai, Pilkada yang Sehat dan selalu menahan diri,” pungkasnya.

Saat ditanya bagaimana dengan hasil kesepakatan dalam deklarasikan di Polres Muna? Muharam dengan tegas menyatakan bahwa deklarasi itu hanya “omong kosong belaka”.

“Masa sih hanya kami pihak RAPI saja yang menjunjung tinggi nilai nilai kesepakatan itu.

Ia mempertanyakan pihak sebelah dengan kelompok massa yang banyak yang tidak miliki jadwal kampanye dibiarkan melakukan pemalangan jalan. “Harusnya mereka itu ditangkap, karena berusaha mengacaukan Pilkada. Agar pilkada berjalan aman, damai dan sehat. Seperti yang ditanda tangani Kapolres Muna dalam kesepakatan damai itu,” tutupnya.

Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho, ketika dikonfirmasi tribunbuton.com, WhatsAppnya menjelaskan pihaknya melakukan upaya-upaya persuasif. Menurut dia kamtbmas merupakan tanggung jawab bersama. (m3)

Komentar Anda