LMND KECAM PENEMBAKAN MAHASISWA SAAT DEMO OMNI BUS LAW

312
Gambar kiri ada bekas luka diduga bekas tembakan. Gambar tengah korban. Gambar kanan, Ketua LMND Baubau, Jasmin. FOTO:ADM/TRIBUNBUTON.COM

LMND Baubau mengecam keras tindakan penembakan aparat kepolisian Polres Baubau dalam pengamanan aksi UU Omnibus Law di depan Kantor DPRD. Salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Nur Syahban terkena tembak di lengan.

Ketua LMND Baubau, Jasmin, via rilis menguraikan pengamanan aparat Polres Baubau melanggar Protap Dalmas dan PerKap No.16/2006. Ia menilai pengamanan aksi sanngat tidak manusiawi.

“Dugaan penembakan dengan peluru tajam tersebut, diperkuat dengan hasil visum Nur Syahban, karena terdapat luka robek di lengan kiri d/u p=0,1 L=0,5 cm, dalamnya= 0,5 cm,” jelasnya via rilis, Jumat 16 Oktober 2020.

Artikel Menarik Lainnya :  MUSDA KE III KOSGORO 1957, RONI MUCHTAR TERPILIH MENJADI KETUA PROVINSI SULTRA

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh BEM se Kota Baubau, pada 9 Okber 2020 lalu, Polres Baubau dalam melakukan pengawalan aksi, salah seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Unidayan, Nur Syahban terkena tembakan. Padahal jelas dan detail dalam pasal 7 ayat (d) Perkap nomor 16, bahwa hal yang dilarang satuan Dalmas, yaitu memabawa senjata tajam dan peluru tajam.

Artikel Menarik Lainnya :  SAR TEMUKAN KORBAN LONG BOAT YANG TABRAKAN DI BUTENG

“Bagaimana tidak sperti itu, Sikap aparat kepolisian dalam pengamanan aksi, seakan akan mhasiswa yang menyampaikan pendapat, musuh untuk mereka,” urainya. Jasmin mendesak Kapolri untuk segera menangkap dan mengadili pelaku penembakan sesuai perundang undanngan. (adm)

Komentar Anda