ABU HASAN: BLT KECIL, HANYA UNTUK KETAHANAN PANGAN DAMPAK COVID 19

535
Bupati Butur, Abu Hasan beri sambutan di penyaluran BLT DD Desa Laangke. Foto:Asman/tribunbuton.com

BURANGA, TRIBUNBUTON COM (Asm)

Alokasi anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bersumber dari APBN senilai Rp 600 ribu untuk masyakat terdampak Covid-19. Bantuan hanya akan berlangsung tiga bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan, mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Sehingga dapat bekerja seperti sediakala memenuhi kebutuhan hidupnya sehari,

“Penerima bantuan dikhususkan bagi warga miskin dan yang kehilangan pekerjaan. BLT DD adalah anggaran APBN yang disalurkan kedaerah dan penerimanya tidak boleh dobel,” jelas Abu Hasan di Aula Kantor Desa Laangke, 13 Mei 2020.

Menurut dia, pemerintah pusat maupun daerah memberikan bantuan ke masyarakat sebagai jaring jaminan pengaman ekonomi. Agar ketahanan pangan warga bisa terpenuhi akibat dari dampak covid-19.

“Kalau warga sudah dapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Dinas Sosial. Tidak bisa dapat BLT DD lagi,” tegasnya.

Pasalnya anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat melalui kementerian sosial tidak bisa tumpang tindih penerimaannya. Bagi PNS dan pengusaha tidak masuk dalam daftar penerima bantuan. “Olehnya itu masyarakat harus menjaga kesehatan agar bantuan itu bisa bermanfaat untuk menopang kebutuhan ekonominya,” ujarnya.

Abu sapaan akrabnya, menjelaskan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), masyarakat harus patuh terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Saat beraktivitas di dalam maupun di luar rumah, masyarakat dituntut wajib menggunakan masker, serta menjaga jarak.

“Mau ke pasar pakai masker, di kantor pakai masker, ditempat pertemuan pakai masker. Serta biasakan diri selalu cuci tangan,” ujarnya.

Eks Kepala Biro Humas Prov Sultra itu mengatakan dengan perilaku hidup bersih, menjaga jarak dan selalu menggunakan masker, merupakan wujud kerjasama antara pemerintah dan masyarakat memerangi dan memutus penyebaran covid-19 ditengah-tengah kehidupan masyarakat Butur. Karena yang terjangkit dan yang sudah punya gejala corona tidak bisa diketahui secara kasat mata.(#)