PEMKOT BAUBAU JANGAN HANYA FOKUS PADA VIRUSNYA

554
KETUA BEM UNIDAYAN Dalman/tribunbuton.com

Ketua BEM Unidayan: Fokus Juga Pada Penanganan Ekonomi Masyarakat yang Terkena Dampak Covid 19

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, (Yhd)

Covid 19 sangat meresahkan masyarakat dan butuh perhatian serius dari pemerintah daerah. Pemkot Baubau dinilai terlalu serius pada penanganan virusnya bukan pada pada penanganan ekonominya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Dalman, menjelaskan masyarakat kurang mampu telah merasakan dampak langsung dari imbauan pemerintah untuk tetap di rumah. Pendapatan tukang ojek dan tukang becak sangat terpengaruh akibat isu Covid 19.

“Hal ini yang diharapkan keseriusan pemerintah bukan hanya pada penanganan virusnya tetapi kepada penangan ekonomi masyarakat kurang mampu yang sudah terkenah dampak langsung oleh himbauan pemerintah untuk tetap dirumah,” jelas Dalman via rilis, Senin 6 April 2020.

Persoalan ekonomi masyarakat kurang mampu dengan diberlakukanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam PP No.21/2020 mendorong upaya pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat Indonesia adalah salah satu langkah penanganan penyebaran covid 19 yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurut dia, keseriusan pemerintah pusat dalam memberikan bantuan langsung dirasakan masyarakat perlu dicontoh oleh pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten dan kota. Kota Baubau bisa melakukan upaya yang sama.

Pemerintah pusat mengsubsidikan listrik gratis untuk 450 v selam 3 bulan dan potongan 50 % diatas 450. Maka Pemkot Baubau lewat PDAM bisa memberikan subsidi air bersih gratis selama 3 bulan kepada masyarakat Baubau.

Tentunya langkah ini akan membantu masyarakat kurang mampu dalam persoalan ketahanan pangan selama mengikuti intruksi pemerintah untuk tetap di rumah. Subsidi air bersih tidak boleh dianggap remeh sebap kebutuhan manusia terhadap air bersih sangat besar.(*)