KEBIJAKAN PLT KADIS KESEHATAN BUTON DINILAI FATAL

691
Zulkarnain

PASARWAJO, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

 

DPK KNPI Kapuntori: Warga Kapuntori dan Lasalimu Dianak Tirikan

Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KNPI Kapuntori menyayangkan Pemerintah Kabupateb Buton dalam hal ini Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Buton yang keliru menarik sejumlah perawat senior yang bertugas di Wilayah Puskesmas Barangka dan Puskesmas Watumotobe Kecamatan Kapintori. Padahal masyarakat Kapontori masih sangat membutuhkan Tenaga Medis tersebut dalam Menangani Covid – 19.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Kapontori, Zulkarnain, menjelaskan Pemerintah Kabupaten Buton harus berlaku adil mulai dari penggelontoran APBD yang dialokasikan ke setiap Puskesmas di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Buton. Menurut dia, jangan hanya difokuskan di RSUD Buton yang berada di Desa Laburunci Kecamatan Pasarwajo yang saat ini menjadi Sentral Penanganan Covid 19 di Kabupaten Buton.

“Kebijakan ini kami anggap tidak adil karena sudah pasti kami yang berada di Kecamatan Lasalimu dan Kapontori tidak bisa mengakses RSUD Buton tersebut karena jarak tempuh yang sangat jauh,” jelas Zulkarnain via rilis.

Parahnya, tenaga-tenaga mendis senior yang bertugas di Puskesmas Barangka dan Watumotobe justru ditarik di RSUD Buton dengan alasan diperbantukan. Menurut dia, harusnya Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Buton mencari dulu perawat-perawat di sekitar wilayah Pasarwajo atau yang terdekat.

“Jangan yang jauh seperti kami di Kapontori ini. Ini sangat jelas menunjukan ketidakadilan terhadap masyarakat Kecamatan Kapontori dan Kecamatan Lasalimu, sepertinya kami ini dianaktirikan dan dianggap bukan masyarakat Kabupaten Buton,” jelasnya.

Terkait ini, masyarakat Kapontori mendesak bahkan tidak akan ragu-ragu memboikot Pelayanan Puskesmas di wilayah Kapontori Khusunya Puskesmas Barangka dan Puskesmas Watumotobe yang dinilai tidak berguna lagi. Sebelum anggaran APBD diporsikan juga ke Puskesmas wilayah Kapontori dan tenaga – tenaga medis yang ditarik di RSUD Buton harus dikembalikan ke Puskemasnya semula.

“Apalagi Para tenaga medis ini adalah merupakan Putra Daerah Wilayah Kapontori Yang kapan saja dan dimana saja bisa melayani masyarakat Kapontori bahkan mereka mampu melayani di luar jam kantor,” ujarnya.(yhd)