JANGAN HANYA LARANG IBADAH DI MASJID, BATASI PASAR

1276
Rahman Ruwia
  • Pasar Tempat Transaksi dan Kontak Fisik, Covid 19 Mengancam

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Di tengah pandemik Corona Virus Disease (Covid 19), Pemerintah Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, menerapkan lima imbauan. Imbauan ini berdasarkan surat edaran Gubernur Sultra No.443/1715 tentang pelaksanaan ibadah Ramadhan 1441 H/2020 di rumah saja.

Muspika Kecamatan Sampolawa yang terdiri dari Camat Sampolawa, Danramil 1413-11, Kapolsek Sampolawa, memberikan imbaan. Di antaranya tidak shalat berjamaah dimasjid, pedagang di pasar waiib bermasker, kegiatan olahraga seperti bola kaki, bola voli, takrauw, futsal dst ditiadakan, penjual yang berdomisili di luar Sampolawa untuk sementara waktu tidak diperbolehkan.

Menanggapi ini, Rahman Ruwia, selaku Mentri Kajian Isu Strategis BEM Unidayan, Sekaligus putra daerah Sampolawa, menyampaikan kepada Camat Sampolawa untuk jangan hanya melarang masyarakat beribadah di masjid. Menurut dia, kebijakanya juga harus diimbangi dengan aktivitas sosial masyarakat sepeti transaksi jual-beli di pasar.

“Camat Sampolawa harus melakukan langkah-langkah kongkrit pencegahan covid 19. Seperti mengurangi jadwal pasar dari satu minggu 3 kali menjadi 1 minggu hanya 2 kali pasar sehingga itu bisa mengurangi potensi penyebaran covid 19,” jelasnya via rilis, Senin 27 April 2020.

Rahman Ruwia menjelaskan bahwa pasar merupakan tempat bertemunya masyarakat melakukan interaksi sosial. Jangan sampai ada masyarakat yang punya riwayat perjalanan dari luar yang tidak diketahui lalu ke pasar dan melakukan kontak fisik sehingga terjadi penularan covid 19.(*)