DI RUMAH AJA MAKAN KELOR

407
Daun kelor

Ini penganan saya setiap hari selama lebih dari sebulan terakhir ini: rebusan kelor + batagor + nasi. Sejak penduduk kota Bandung dihimbau untuk diam di rumah, menu tersebut jadi santapan kami pada setiap waktu makan: Sarapan, makan siang, dan juga makan malam.

Tanaman kelor sendiri sudah tumbuh di pekarangan rumah selama 3 tahun terakhir ini. dari sekian batang kelor yang saya tancapkan tahun 2017 silam, alhamdulillah, satu tanaman mampu bertahan hidup dan menjulang ke angkasa. saat ini, tingginya sudah setara bangunan dua tingkat.

Saya cukup terpesona dengan kandungan tanaman ini. WHO menobatkan tanaman berjuluk Moringa ini sebagai “senjata” untuk menanggulangi gizi buruk di dunia, khususnya di benua hitam. Nutrisinya terbilang kaya bila dibandingkan gabungan penganan penting yang kerap kita temui dalam keseharian. Beberapa di antaranya: kalsium – 17 kali susu, potasium – 15 kali pisang, vitamin E – 7 kali ragi, vitamin C – 7 kali jeruk, vitamin A – 4 kali wortel, serat – 4 kali gandum, asam amino – 1,5 kali telur, protein – 2 kali yoghurt, dan zat besi – 9 kali bayam.

Khasiat lainnya, kelor dipercaya mampu menyembuhkan beberapa sakit yang tergolong berat, seperti kanker. seorang kawan pernah bercerita bahwa dia menyuruh koleganya yang penyandang kanker stadium awal untuk mengkonsumsi kelor secara rutin. Sang kolega kawan saya pada saat itu mendapati payudaranya memiliki benjolan. Setiap pagi, dia pun memakan lalapan daun kelor segar yang dipetik langsung dari halaman rumahnya. tiga bulan kemudian, benjolan di payudara kolega kawan saya itu pun mengecil dan hilang.

Meski sudah menghuni halaman rumah kami bertahun-tahun, hanya saja saya benar-benar baru mengkonsumsi tumbuhan multi-nutrisi ini setiap hari sejak pertengahan Maret lalu. Kala itu, saya mengalami demam dan flu berat bersamaan dengan liburnya sekolah di Bandung dan ramainya isu corona di tatar Parahyangan. Sejak saat itu, saya pun giat menyantap kelor sebanyak mungkin. selain untuk memulihkan kondisi tubuh, panganan ini juga diharapkan bisa menjaga stamina badan saya.

Sebelumnya, saya biasa melahap kelor bersamaan dengan mie goreng instan. Bumbu mie instan membantu memperkaya rasa kelor menjadi lebih gurih dan sedap disantap. Di luar itu, sesekali saya mencemil daun kelor secara langsung. itu pun sangat jarang dan biasanya karena tubuh benar-benar butuh nutrisi yang cukup banyak.

kembali ke piring saya. di tengah pandemi corona seperti saat ini, kelor membantu kami menyuguhkan hidangan yang semurah mungkin sekaligus menyehatkan nan kaya nutrisi. Satu-satunya yang perlu kami usahakan hanyalah nasi yang belum mampu kami tanam mandiri. Cara mengolah kelornya pun cukup sederhana: Rebus dengan air dalam beberapa menit kemudian tiriskan dan sajikan. Bila pun ada lauk lainnya, fungsinya hanya untuk memanjakan lidah agar rasanya tidak terlalu hambar dan tawar. Dalam hal ini, kami menggunakan batagor buatan sendiri.

Kelebihan lainnya, budidaya kelor cukup mudah. Hanya dengan menancapkan bagian batangnya, tumbuhan ini akan bertunas dalam beberapa hari dan membesar beberapa bulan kemudian. Syaratnya, jaga kelembaban dan cahaya mataharinya. Dalam rentang waktu tersebut, kita sudah bisa memetik hasilnya untuk santapan satu keluarga kecil setiap hari.

Bagaimana dengan kawan2 semua? Apa penganan pada periode #dirumahaja seperti saat ini?[]

Yuda P Sunan/Grup Wa VILP