COVID 19 MEMUKUL PEREKONOMIAN

824
Rahman Ruwia
  • Disnaker Jangan Tunggu Laporan, Turun ke Lapangan

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Dampak pandemi covid 19 sungguh memukul iklim perekonomian, baik di tingkat global maupaun nasional. Banyak perusahaan yang merasakan turunnya produksi, anjolknya pendapatan dan mengalami kerugian karena tidak seimbangnya antara pendapatan dan pengeluran.

BEM Unidayan, melalui Menteri Kajian Isu Strategis, Rahman Ruwia, melalui press rilis, menjelaskan usaha restoran, perhotelan, hiburan, pertokoan, bisnis transportasi, dsb paling merasakan dampak wabah corona (Covid 19). Ditambah kebijakan pemerintah mengenai phhysical distance dan stay at home.

“Menghimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah dan keluar daerah sehingga usaha seperti perhotelan dan transportasi akan kena imbasnya secara total sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi PHK massal kepada pekerja,” jelasnya, Rabu 15 April 2020.

Menurut Rahman, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada menurunnya kemampuan pengusaha untuk mempertahankan usahanya. Inilah kemudian Pemkot Baubau harus secepatnya mengambil langkah.

Perlu langkah kongkrit untuk membantu pengusaha-pengusaha Kota Baubau dengan membebaskan pajak pengusaha hotel, restoran, hiburan, pertokoan, bisnis rental kendaraan dan lain sebagainya selama virus Corona ini masih mewabah. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengusaha kota Baubau.

Terkait belum ada PHK seperti yang diungkapkan Kadisnaker Kota Baubau di salah satu media lokal karena Baubau adalah zona hijau (aman, red). Asumsinya karena tidak ada yang melaporkan mengenai karyawan yang di PHK atau diistrahatkan.

Disnaker sebaiknya turun ke lapangan untuk memantau langsung di sejumlah toko dan perusahaan untuk memastikan. Karena hal ini telah berimbas ke Kota Baubau, dan bagaimana kalau Baubau berstatus Zona Merah.

Pantauan TRIBUN BUTON (tribunbuton.com), sejumlah toko dan perusahaan mengalami penurunan omset. Bahkan tidak sedikit yang mengistrahatkan karyawan dan menunda pembayaran gaji.(*)