CEGAH PANIC BUYING, JANGAN PIKIRKAN KEUNTUNGAN!

802
Rahman Ruwia/TRIBUNBUTON.COM

BAUBAU, TRIBUNBUTON.COM, Yhd

Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) begitu cepat hingga membuat kepanikan (panic buying) terhadap masyarakat. Kondisi ini berdampak terhadap pasar, banyak kebutuhan sembako menjadi langka dan mengalami kenaikan.

BEM Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) melalui Menteri Kajian Isu Strategis, Rahman Ruwia, menjelaskan pelaku ekonomi (toko-toko) di Kota Baubau perlu mengambil peran untuk mencegah panic buying. Karena jangan sampai diborong oleh satu orang yang memiliki kemampuan ekonomi (high economy).

“Sehingga masyarakat yang mempunyai low economy tidak kebagian,” jelasnya via rilis.

Apalagi baru-baru ini pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengumumkan siaga corona dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020 dari 14 hari menjadi 91 hari. Masyarakat diimbau untuk jaga jarak (pscyhcal distance), tinggal di rumah (stay at home) dan tidak berkumpul di kerumunan.

Menurut Rahman Ruwia, toko-toko harus bertanggung jawab dengan tidak hanya memikirkan keuntungan dan ikut memanfaatkan situasi darurat. “Caranya yakni mengontrol stabilitas pembelanjaan masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada Pemkot Baubau untuk memantau harga barang dan memberikan sanksi tegas bagi para pelaku yang melakukan panic buying. Pemkot Baubau juga harus memastikan kesedian stok kebutuhan pokok utama masyarakat di pasar untuk kelangsungan hidup selama adanya Covid-19.(*)