KULIAH UMUM, ROCKY GERUNG AJAK MAHASISWA UNTUK BERPIKIR KRITIS

486

BAUBAU, TRIBUN BUTON (Ilwan)

Mengahadiri sekaligus menjadi pemateri di kuliah umum yang digelar Universitas Dayanu Ikhsanudin (Unidayan), Rocky Gerung terangkan mahasiswa berpikir kritis, objektif dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Kuliah umum yang dipandu oleh seorang filsuf ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa di Baruga La Ode Maalim, Rabu 9 Oktober 2019.

Seorang filsuf, akademisi dan intelektual publik Indonesia, Rocky Gerung menjelaskan, jika ingin berprestasi dalam mengkritik, maka kritiklah dengan argument yang logis, bukan karena emosi semata. Kata dia, pada dasarnya manusia memang memiliki dimensi kritis tetapi pemikiranya hanya akan menjadi pikiran apa bila memiliki lawan pemikiran.

Artikel Menarik Lainnya :  KEPALA KEMENAG BUSEL BANTAH TERLIBAT KONFLIK STAI BAUBAU

Sedangkan untuk dunia kampus, simbol pikiran mahasiswa itu adalah toga, dimana itu menandakan mahasiswa sebelumnya telah menuangkan pemikiran dalam proses belajarnya kurang lebih 4 tahun.

“Maka karena kampus sudah percaya jika mahasiswa telah berpikir, diberilah toga sebagai tanda mahasiswa dapat melanjutkan pemikirannya melalui pengabdian pada masyarakat”jelasnya.

Ketua panitia kegiatan kuliah umum, Darwin mengatakan, kegiatan kuliah umum merupakan bentuk perwujudan mahasiswa agar mampu berwawasan global dan juga untuk memotivasi mahasiswa dalam mewujudkan salah satu pilar di Kampus Unidayan Baubau. Kata Darwin, kampus merupakan tempat mahasiswa melatih diri untuk melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Artikel Menarik Lainnya :  SEMINAR P2TP2A, INI KATA WALIKOTA BAUBAU

Sedangkan Rektor Unidayan, Ir H La Ode Samsul Qhamar St Mt mengungkapkan, Pikiran kritis itu apa bila seseorang atau mahasiswa dapat merespon suatu informasi dan menyelesaikan masalah tersebut jika memang berbeda dengan yang semestinya terjadi.

“Generasi pelanjut mestinya menjadi mahasiswa yang mengikuti masa transisi masa dimana dapat memikirkan hal-hal yang lebih peka terhadap sekitar dan masa dimana harus menuangkan ide dan kritikanya,”jelas Samsul saat ditemui diruang kerjanya usai mengikuti kuliah umum. (#)

Komentar Anda