Diduga Serobot Tanah, Lurah Kadolo Diminta Hentikan Pekerjaan Jalan

984
Pembangunan ruas jalan di Kelurahan Kadolo, Kecamatan Wolio, Kota Baubau. FOTO: PUTRA/TRIBUN BUTON

BAUBAU, TRIBUNBUTON (M.S.A)

Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau meminta lurah Kadolo hentikan pembangunan jalan di Kelurahan Kadolo. Permohonan pemberhentian pembangunan jalan ini disinyalir adanya aduan masyarakat yang mengaku pemilik tanah diserobot kelurahan.

Ketua Agitrop GMNI Baubau, Risman, mengatakan seharusnya dana kelurahan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarat. Seharusnya lurah Kadolo memyelesaikn pembesan lahan terlebih dahulu sebelum membangun.

Risman

“Supaya tidak ada konflik sosial,” tuturnya dalam pesan Whatsap, Senin 21 Juli 2019.

Ketika dihubungi, Lurah Kadolo, Roni Pataila Dahlan SPi, membenarkan adanya pembangunan jalan. Menurutnya,  dia sudah pernah bertemu dengan salah satu keluarga pemilik tanah.

“Dia bilang kalau buat jalan bangun saja nanti dia yang bicara sama keluarganya,” tegasnya.

Roni Pataila Dahlan SPi

Agar tidak menimbulkan konflik, pihak kelurahan bersama camat sudah berkordinasi untuk membangun jalan selebar empat meter sesuai ukuran tanah yang dihibangkan masyarakat saja. “Kemarin itu kami minta sama pemilik tanah hanya beberapa centi meter untuk dudukan fondasi saja tapi akhir-akhir ini di komplain sama pemiliknya. Tadi kami mulai bongkar,” tutupnya.

Editor: Yuhandri Hardiman