GMNI Harap yang Terbaik Bagi Desa Konflik di Buton

106
Ramadhan

BAUBAU, TRIBUNBUTON (M.S.A)

GMNI Baubau menyatakan sikap serta mengharapkan warga Buton yang bertikai dapat kembali damai dengan semangat persatuan dan kesatuan melalui semboyan Bhineka Tunggal Ika . Hal ini, disusul Bentrokan berdarah yang menewaskan dua orang di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Rabu 05 Juni 2019.

“Kami meminta kepada Polri untuk Mengusut tuntas pelaku pembakaran rumah dan pelaku pembunuhan dan luka-luka akibat betrokan tersebut, dan kami juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Buton untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, baik kebutuhan dasar (makanan, pakaian dan tempat tinggal yang layak) maupun kebutuhan counseling untuk mengatasi aspek traumatis pengungsi, ” jelas Ramadhan Ketua GMNI Kota Baubau dalam pesan chat, Sabtu 8 Juni 2019.

Menurut dia, konflik yang terjadi adalah bentuk gagalnya pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menciptakan rasa aman yang merupakan hak asasi dari setiap warga Negara, serta pentingnya kesadaran Masyarakat akan nilai-nilai kebersamaan, Nilai2 PO-5 , POMAA-MAASIAKA, PO-PIAPIARA, POMAE-MAEAAKA, PO-ANGKA-ANGKATAKA, PO-BINCI-BINCIKI KULI , sebagai prasyarat terciptanya suasana kehidupan yang damai , rukun, adil makmur sejahtera.

“Kami menghimbau kepada masyarakat di Buton khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjaga keamanan dan keharmonisan kehidupan di masyarakat serta tidak mudah terprovokasi. “Kami meminta seluruh unsur muspida Buton, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Buton untuk segera turun tangan dan duduk bersama untuk menenangkan masyarakat dan memediasi perdamaian sehingga tercipta komitmen perdamaian yang kuat, “tutupnya.(#)

Komentar Anda