Baubau
07-10-2018  21:08
Masalah Proyek Jalan Lingkar, Pemilik Tanah Akan Tempuh Jalur Hukum
Adnan SH
BAUBAU, TRIBUN BUTON
Tanah yang sempat dikeruk oleh PT Merah Putih selaku pelaksana proyek jalan lingkar, di Kecamatan Bungi Kota Baubau, hingga kini masih meninggalkan persoalan. Pasalnya PT Merah Putih hingga kini belum memberikan ganti rugi. Pemilik tanah, Adimin, warga Kelurahan Lakologou akan menempuh jalur hukum, guna memperjuangkan haknya.

Adimin telah menunjuk Kuasa Hukum, Adnan SH, untuk mengajukan laporan ke pihak berwajib.

Adnan mengatakan, pengerukan tanah milik kliennya, yang diduga dilakukan PT Merah Putih, adalah perbuatan melawan hukum. Menimbulkan kerugian pada kliennya selaku pemilik tanah.


"Klien saya hidup sebagai tukang kebun. Nah sekarang lahan yang dijadikan lahan berkebun sudah rusak. Sehingga hal itu sama halnya hidup jadi terancam,tindakan PT Merah Putih yang diduga mengeruk tanah tanpa izin sangat tidak dibenarkan secara hukum," tegasnya.

Kata pengacara muda yang akrab disapa Adnan Tejo ini, kerugian yang dialami kliennya, tak hanya dihitung berdasarkan tanah yang diambil, tetapi lebih dari itu. Dalam artian, tanah itu kini tidak bisa lagi dijadikan lahan perkebunan.

Kendati demikian, Adnan masih memberi kesempatan kepada PT Merah Putih, bilamana masih beritikad baik. Untuk menyelesaikan pengembalian kerugian kliennya.

Bila PT Merah Putih tak memiliki itikad baik, kata Ketua Pos Bantuan Hukum Kabupaten Buton Tengah ini, maka pihaknya telah bersiap untuk menempuh jalur hukum. Baik Pidana maupun Perdata.

"Kalau tidak punya itikad baik untuk mengembalikan kerugian klien kami, maka mau tidak mau kami akan tempuh jalur hukum," tegas Adnan.

Sebelumnya,awal September lalu,
Adimin mengaku dirugikan oleh pelaksana proyek, sebab yang bersangkutan tak ada itikad baik, membayarkan tanah tersebut, sesuai dengan permintaan Adimin.

Kata Adimin, sebelumnya tanah miliknya diambil tanpa sepengetahuan Adimin. Pelaksana proyek tidak izin terlebih dahulu. Barulah ketika Adimin hendak ke kebun, Ia mendapati pelaksana proyek telah mengeruk tanah diatas lahan miliknya. 

Karena jalan tersebut adalah proyek Pemerintah, yang juga akan bermanfaat untuk kepentingan umum, Adimin memilih mengalah, dengan harapan pelaksana proyek memberikan ganti rugi, atas pengambilan tanah tersebut. 

Saat dikonfirmasi, Purnama selaku Direktur PT Merah Putih pelaksana proyek Jalan lingkar, membantah pihaknya tidak beritikad baik. Ia memastikan, pihaknya hendak membayar pengambilan tanah milik Adimin.

Purnama mengakui, pihaknya mengambil tanah tersebut tanpa sepengetahuan Adimin sebelumnya. Namun, ada seseorang yang mengaku pemilik lahan tersebut, ternyata bukan pemilik lahan yang sebenarnya.
Belakangan baru Ia ketahui pemilik lahan sebenarnya adalah Adimin.

"Ternyata keluarganya dia. Mungkin dia agak kurang kurang," ucapnya. 

Purnama juga mengaku, pernah mendatangi rumah Adimin untuk membicarakan penyelesaian ganti rugi tanah tersebut. 

"Kompensasi pelaksanaan itu wajib, tapi itu rasional. Pekerjaan masih sampai Oktober, bisa dihitung berapa kubik tanahnya terambil," tambahnya. (*)
Telah dibaca 687 kali
Berita Terkait
Advertisement

Warning: mysql_free_result(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/tribunbu/public_html/berita.php on line 239